PBNU dan Dinamika Organisasinya
Pengurus PBNU Kubu Gus Yahya Pastikan Gelar Rapat Pleno Besok, Ini yang Dibahas
Rapat pleno tersebut, kata dia, juga merupakan kewajiban yang harus dilakukan selambat-lambatnya 6 bulan sekali.
Ringkasan Berita:
- Sekretaris Jenderal PBNU KH Amin Said Husni memastikan akan tetap menggelar rapat pleno pada Kamis (11/12/2025)
- Rapat pleno merupakan kewajiban yang harus dilakukan selambat-lambatnya 6 bulan sekali
- Dalam rapat pleno tersebut akan dibahas sejumlah hal
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah isu pemakzulan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU, Sekretaris Jenderal PBNU KH Amin Said Husni memastikan akan tetap menggelar rapat pleno pada Kamis (11/12/2025) besok.
Ia menjelaskan rapat pleno tersebut sudah direncanakan sejak lama.
Baca juga: Kubu Gus Yahya Menyesalkan Penetapan Zulfa Mustofa Sebagai Pj Ketua Umum PBNU: Legitimasi Lemah
Rapat pleno tersebut, kata dia, juga merupakan kewajiban yang harus dilakukan selambat-lambatnya 6 bulan sekali.
Namun ia belum menjelaskan lebih jauh perihal lokasi dan jam rapat itu akan digelar.
"Betul (akan digelar besok). Rapat Pleno besok itu sudah direncanakan sejak lama. Karena memang ada kewajiban, PBNU harus menyelenggarakan Rapat Pleno selambat-lambatnya setiap 6 bulan sekali," kata Amin saat dihubungi Tribunnews.com pada Rabu (10/12/2025).
Ia mengatakan, dalam rapat pleno tersebut akan dibahas sejumlah hal.
Hal yang akan dibahas, kata dia, mulai dari evaluasi program hingga penanggulangan bencana.
"Agendanya membahas evaluasi program, konsolidasi organisasi, dan penanggulangan bencana. Surat undangan sudah terkirim tanggal 4 Desember minggu lalu," pungkasnya.
Baca juga: Pagi Ini Sejumlah Tokoh PBNU Gelar Rapat Internal di Hotel Sultan, Ini Penjelasan KH Zulfa Mustofa
Diberitakan sebelumnya, sejumlah pengurus PBNU menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU.
Penetapan itu didasarkan hasil rapat pleno penetapan penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU di Hotel Sultan, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12/2025) malam.
Latar Belakang Konflik PBNU
- Pemicu konflik: Berawal dari Risalah Rapat Harian Syuriyah pada 20 November 2025 yang meminta Gus Yahya mundur.
- Surat edaran Syuriyah: Menyebut jabatan Ketua Umum PBNU otomatis berakhir pada 26 November 2025.
- Rapat pleno PBNU: Pada 9 Desember 2025, Rais Syuriyah M. Nuh menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketua Umum hingga Muktamar 2026.
- Respon Gus Yahya: Ia sempat melawan keputusan Syuriyah dan menegaskan masih sah sebagai Ketum.
- Seruan kiai-nyai muda: Forum Kiai Nyai Muda NU (FKNM NU) mendesak rekonsiliasi lewat musyawarah terbuka agar NU tetap fokus pada khidmah sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gus-yahya-pemakzulan-muktamarrr.jpg)