Selasa, 28 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Saran Pakar untuk Pemerintah, Aktifkan Layanan Transportasi Perintis di Aceh, Sumut dan Sumbar

Djoko menekankan bahwa pemerintah tidak perlu memulai dari nol, 28 trayek angkutan jalan perintis dapat langsung diterapkan

Tayang:
/BNPB Indonesia
TRANSPORTASI PERINTIS - Mobilitas warga perlahan-lahan sudah mulai aktif kembali, hilir mudik kendaraan tampak di ruas jalan wilayah Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada Sabtu (6/12/2025). (BNPB Indonesia/tribunnews/HO) 

Ringkasan Berita:
  • Menurut Djoko Setijowarno, pemerintah perlu segera gelontorkan anggaran negara aktifkan layanan transportasi perintis di lokasi bencana
  • Demikian merupakan solusi paling realistis untuk memulihkan mobilitas warga dan distribusi logistik
  • 28 trayek angkutan jalan perintis di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang dapat langsung dioperasikan kembali sebagai jalur mobilitas darurat

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai pemerintah perlu segera menggelontorkan anggaran negara untuk mengaktifkan layanan transportasi perintis di lokasi bencana banjir dan longsor Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurutnya, jaringan transportasi perintis yang telah ada di Sumatra merupakan solusi paling realistis untuk memulihkan mobilitas warga dan distribusi logistik di 52 daerah yang kini nyaris lumpuh.

Rekomendasi tersebut muncul di tengah laporan terbaru BNPB per Senin (8/12/2025) pukul 19.00 WIB yang mencatat 961 orang meninggal, 293 hilang, lebih dari 5.000 luka-luka, dan 157.000 rumah rusak.

Selain itu, 1.200 lebih fasilitas umum termasuk 199 fasilitas kesehatan, 234 sekolah, 425 tempat ibadah, serta 497 jembatan mengalami kerusakan berat. 

Di luar itu, ratusan hingga ribuan kendaraan bermotor, termasuk kendaraan umum, hilang tersapu banjir.

“Ketiadaan moda transportasi membuat warga semakin terisolasi dan memperlambat distribusi bantuan,” ujar Djoko.

Kehilangan kendaraan umum, kata Djoko, menjadi pukulan tersendiri karena moda tersebut selama ini menjadi tumpuan mobilitas, distribusi hasil bumi, hingga akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar.

Di banyak titik bencana, warga kini tidak memiliki sarana untuk berpindah tempat maupun membawa logistik.

Djoko menekankan, pemerintah tidak perlu memulai dari nol. 

Keputusan Dirjen Perhubungan Darat KP-DRJD 5958/2024 telah menetapkan 28 trayek angkutan jalan perintis di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang dapat langsung dioperasikan kembali sebagai jalur mobilitas darurat.

Di Aceh, 12 trayek perintis seperti Sinabang–Alafan, Meulaboh–Woyla, hingga Pidie–Laweung menghubungkan banyak titik terpencil yang kini terputus akibat jembatan roboh.

Baca juga: Listrik Belum Pulih, Aceh Tamiang Dapat Penyaluran Genset untuk 565 Kepala Keluarga

Di Sumatera Utara, sembilan trayek, termasuk koneksi di Pulau Nias seperti Gunung Sitoli–Teluk Dalam, menjadi jalur kunci pergerakan warga dan pengiriman bantuan ke desa-desa yang terdampak longsor.

Di Sumatera Barat, tujuh trayek seperti Tapan–Painan, Simpang Empat–Ujung Gading, hingga Tua Pejat–Sioban (Mentawai) dapat menjadi akses utama ke wilayah pesisir dan kepulauan yang saat ini paling sulit ditembus.

“Jaringan ini adalah aset negara yang siap jalan. Pemerintah tinggal mengalokasikan anggaran darurat agar transportasi perintis bisa beroperasi dari fase tanggap darurat hingga pemulihan,” kata Djoko.

Djoko mengusulkan agar pemerintah menyediakan angkutan perintis gratis bagi warga di 52 daerah terdampak bencana.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved