BEM PTNU Gelar Mukernas 2025 di NTB, Presidium Nasional Dorong Penguatan Kolaborasi Gerakan
BEM PTNU melaksanakan Mukernas 2025 bertajuk “Wujud Nyata Bakti BEM PTNU untuk Negeri” di Kampus I Universitas Nahdlatul Ulama NTB
Ringkasan Berita:
- BEM PTNU menggelar Mukernas 2025 di UNU NTB, menghadirkan rangkaian kegiatan budaya, keagamaan, serta internal organisasi.
- Presidium Nasional BEM PTNU, Achmad Baha’ur Rifqi, menegaskan bahwa kekayaan tradisi seperti Gendang Beleq dan pembacaan salawat menjadi simbol persatuan.
- Kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Kader Muda Nahdlatul Ulama (PKMNU).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) melaksanakan Mukernas 2025 bertajuk “Wujud Nyata Bakti BEM PTNU untuk Negeri” di Kampus I Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (5/12/2025).
Kegiatan ini dimulai dari penyambutan peserta, penampilan Gendang Beleq, hingga agenda internal organisasi.
Pelaksanaan Mukernas diawali penjemputan dan registrasi peserta sebelum mereka memasuki area kegiatan yang telah dihiasi identitas budaya lokal.
Penampilan Gendang Beleq di pintu masuk memberikan nuansa penyambutan khas Lombok yang memperkuat kesan persaudaraan antarwilayah.
Setelah itu, peserta mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya, Subbanul Wathon, dan Mars UNU NTB, serta pembacaan salawat Asghil secara bersama-sama.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan launching portal berita BEM PTNU Se-Nusantara sebagai media resmi organisasi.
Kehadiran portal tersebut, menjadi langkah baru dalam penguatan publikasi dan penyebaran informasi gerakan mahasiswa PTNU.
Portal ini dirancang untuk memudahkan dokumentasi kegiatan serta memperluas jangkauan komunikasi nasional.
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, menilai seluruh rangkaian ini memberikan energi baru bagi arah gerakan mahasiswa PTNU.
Ia menjelaskan bahwa kekayaan budaya yang dihadirkan dalam pembukaan mencerminkan karakter ke-NU-an yang menghargai keragaman.
“Kita merayakan persatuan melalui tradisi yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Baha, menilai penyambutan Gendang Beleq sebagai simbol penghormatan daerah yang memberikan pengalaman berharga bagi delegasi dari luar Lombok.
Ia menyebut harmoni budaya dan kegiatan organisatoris.
“Sebagai cerminan kekuatan mahasiswa PTNU dalam merawat identitas bangsa. Mahasiswa harus menjadi penjaga nilai yang tumbuh dalam tradisi Nusantara,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mukernas-2025-1111.jpg)