Ijazah Jokowi
Gampang Ditebak, Jokowi Tahu Siapa yang Bermain di Balik Isu Ijazah Palsu
Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kerap didesak berbagai pihak agar menunjukkan ijazahnya.
Ringkasan Berita:
- Jokowi kembali mengungkap alasan dirinya tidak menunjukkan ijazah aslinya ke publik
- Jokowi menilai ada agenda besar politik atau operasi politik di balik isu ijazahnya palsu yang terus menerus dihembuskan
- Jokowi juga mengungkapkan soal sosok yang bermain dan berperan di balik isu ijazah palsu miliknya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kerap didesak berbagai pihak agar menunjukkan ijazahnya.
Desakan itu terutama kerap dilontarkan para pengkritik Jokowi seperti Roy Suryo, Said Didu, dan kelompoknya.
Saat ini proses hukum di kepolisian masih berjalan.
Alasan Jokowi
Jokowi lalu mengungkap alasan dirinya tidak menunjukkan ijazah aslinya ke publik.
"Saya tidak menyampaikan kepada publik ijazah itu. Karena yang pertama ada aduan ke Bareskrim. Yang kedua saya dituduh ijazah saya palsu. Artinya yang menuduh itu yang harus membuktikan. Dalam hukum acara, siapa yang menuduh itu yang harus membuktikan. Itu yang saya tunggu itu. Coba dibuktikan seperti apa?" kata Jokowi dalam wawancara eksklusif yang tayang di channel YouTube Kompas TV, Selasa (9/12/2025).
Jokowi pembuktian ijazahnya palsu atau asli akan lebih baik di lakukan di pengadilan agar proses hukum akan tampak keadilan bagi semua pihak.
"Akan kelihatan adilnya karena yang memutuskan adalah di pengadilan. Karena yang membuat ijazah saya, sudah menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana?" kata Jokowi.
Ada agenda besar memojokkan Jokowi
Jokowi menilai ada agenda besar politik atau operasi politik di balik isu ijazahnya palsu yang terus menerus dihembuskan.
"Dan yang saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik yang sehingga bisa sampai bertahun-tahun, enggak rampung-rampung. Karena keinginan mereka untuk men-downggrade, menurunkan reputasi yang saya miliki. Meskipun saya merasa enggak punya reputasi apa-apa," kata Jokowi.
Baca Juga: Di Balik Isu Ijazah Palsu dan Wacana Anak Jokowi Vs SBY untuk Pilpres 2029
Menurut Jokowi keinginan pihak yang ingin menurunkan reputasinya untuk kepentingan politik.
"Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekkan, merendahkan, menghina, menuduh-nuduh? Semua dilakukan untuk apa? Kalau hanya untuk main-main kan, mesti ada kepentingan politiknya di situ," kata Jokowi.
"Tapi sekali lagi mestinya dalam masa-masa ekstrem seperti ini kita konsentrasi untuk hal-hal yang besar, untuk strategi besar negara, untuk kepentingan yang lebih besar bagi negara ini," paparnya.
Jokowi mencontohkan misalnya yang berkaitan dengan perubahan karena artificial intelligence dan humanoid.
"Sehingga jangan malah energi besar kita pakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya, ya urusan ringan," kata Jokowi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jokowi-di-solo-background-pohon.jpg)