Selasa, 21 April 2026

Farida Farichah, Dari Aktivis Desa hingga Wakil Menteri Koperasi

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengungkapkan rasa terkejutnya saat ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi jabatan wakil menteri.

TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE
WAWANCARA KHUSUS - Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah diwawancarai secara khusus oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Farida menjelaskan awal mula dirinya diminta Presiden Prabowo untuk menjadi Wakil Menteri Koperasi. Farida menjelaskan awal mula dirinya diminta Presiden Prabowo untuk menjadi Wakil Menteri Koperasi. Selain itu dia menjabarkan program pemerintah menghidupkan kembali di daerah, terutama desa-desa lewat Koperasi Desa Merah Putih. 

Sementara itu, nilai-nilai inti koperasi seperti gotong royong, sosial, dan kebersamaan sangat selaras dengan proses kaderisasi yang ia jalani.

“Berbicara koperasi itu tidak hanya ansih urusan ekonomi, tidak hanya ansih urusan bisnis, tetapi lebih ke satu, kaderisasi, yang kedua, kelembagaan,” papar Farida.

Farida juga menyoroti visi Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang kerap menekankan bahwa penguatan koperasi bukan sekadar program, melainkan sebuah gerakan.

Pendekatan ini ia rasa sangat cocok dengan semangat yang dibawanya dari dunia organisasi kemasyarakatan.

“Maka seringkali Menteri Koperasi, Pak Ferry itu selalu bilang, KDKMP ini bukanlah program, KDKMP ini adalah suatu gerakan. Kalau nggak berbicara gerakan, kita pernah lahir dan besar di NU, di PKB, kita sudah cukup bisa mengimbangi meskipun masuk di pertengahan, ya alhamdulillah cukup bisa terinternalisasi lebih dalam, lebih mudah,” tuturnya.

Dengan latar belakangnya yang kuat di akar rumput dan organisasi, Farida Farichah diharapkan dapat membawa angin segar dan pendekatan yang menyeluruh dalam penguatan koperasi di Indonesia, menggabungkan prinsip bisnis yang sehat dengan nilai-nilai sosial dan kebersamaan yang menjadi jiwa koperasi.

Berikut petikan wawancara bersama Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah:

Tanya: Mbak Wamen bisa cerita, Anda memahami begitu cepat ini kan perlu kecepatan. Dan saya melihat Anda bisa belajar cepat untuk urusan yang tidak sederhana, betul nggak? Kira-kira ini bukan urusan sederhana, bagaimana Mbak Wamen belajar cepat untuk memahami program ini atau gerakan ini?

Jawab: Lah, saya masuk itu, pembentukan 82 rubu itu sudah selesai. Saya masuk di etape 2. Rencana awal itu etape 2, etape 2 itu etape tahap operasionalisasi Kooperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Namun setelah proses perjalannya waktu, kemudian ada perubahan skema, yang awalnya hanya pembiayaan, kemudian ada pembangunan fisik. Seiring itu juga kita, harus terjun langsung, beradaptasi, ketemu dengan banyak pihak.

Saya kira belajar itu tidak hanya harus lewat teks, tapi rapat, meeting, diskusi itu terus kita lakukan di 1,5 bulan pertama. Sehingga ditambah dengan belanja masalah, belanja masalah itu saya langsung turun ke Kopdes, baik yang dia baru terbentuk kelembagaannya tapi belum beroperasi, maupun yang sudah beroperasi sampai punya, seminggu itu bisa menghabiskan 5 ton beras.

Saya turun ke bawah, ke daerah-daerah. Ada yang dibilang sama Pak Wali Kota Madiun itu sidak, karena saya turun hanya bersama tim, yang dihubungi hanya dinas koperasinya, ke kooperasinya, kebetulan Pak Wali Kotanya ada disitu, langsung nyamperin, "Oh saya disidak, Pak/Bu Wamen, nih." Karena saya gak mau turun itu sudah dipersiapkan, sudah dipoles, sudah rapi, biar genuine, ya. Saya mau tahunya itu, kondisi faktualnya gimana sih, kira-kira begitu.

Tanya: Tahapan apa saja yang harus dilalui, maksudnya yang akan dilalui, supaya Koperasi Desa dan Kooperasi Kelurahan Merah Putih itu sampai pada objektifnya atau pada tujuannya? Itu tahapannya apa aja?

Jawab: Pertama, pembentukan badan hukum. Itu sudah selesai 10 Juli, semua 82 ribuan itu sudah selesai semua berbadan hukum. Terus yang kedua adalah tahap penyiapan bangunan fisiknya, yang hari ini sedang dilakukan, penyiapan bangunan fisiknya.

Tanya:  Penyiapan bangunan fisiknya?

Jawab: 6 gerai dan 1 gudang, beserta dengan kelengkapannya. Terus, seiring waktu fisiknya, bangunannya, tempat operasionalisasinya disiapkan, ini juga disiapkan juga nih, pembangunan SDM-nya.

Tanya: Fisiknya disiapkan, orangnya juga?

Jawab: Orangnya juga disiapkan, dalam bentuk apa? Pengurusnya sama pengawasnya dilakukan pelatihan-pelatihan oleh dinas koperasi, menggunakan dana dekon, dinas koperasi setempat.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved