Sabtu, 9 Mei 2026

Prakiraan Cuaca

BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 93S, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Bali, NTB, dan NTT

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan kewaspadaan terkait cuaca di wilayah selatan Indonesia. 

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI HUJAN LEBAT - Pengendara roda dua melintas saat hujan di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (3/11/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan kewaspadaan terkait cuaca di wilayah selatan Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • BMKG terus memantau Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia selatan NTB yang bergerak menjauhi daratan Indonesia.
  • Bali, NTB, dan NTT berpotensi mengalami hujan sedang-lebat serta gelombang tinggi akibat pengaruh tidak langsung 93S.
  • Masyarakat, terutama di pesisir dan wilayah rawan banjir, disarankan tetap waspada dan mengikuti informasi resmi BMKG.

 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan kewaspadaan terkait aktivitas cuaca di wilayah selatan Indonesia. 

Saat ini, Bibit Siklon Tropis 93S terpantau berada di Samudra Hindia bagian selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan terus dipantau secara intensif selama 24 jam. 

Meski sistem ini diprediksi bergerak menjauhi daratan Indonesia, potensi dampak tidak langsung berupa hujan lebat dan gelombang tinggi diperkirakan masih dapat dirasakan di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi wilayah yang paling berpotensi terdampak. 

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi akibat efek tidak langsung dari sistem sirkulasi 93S. 

Selain itu, gelombang laut berkategori sedang, antara 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi muncul di sejumlah perairan, termasuk Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, perairan selatan Jawa Timur, serta Selat Bali, Lombok, hingga Alas bagian selatan.

"Potensi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap kita waspadai. Oleh karena itu, lakukan langkah pencegahan yang diperlukan, selalu ikuti informasi resmi dari BMKG, dan pastikan keselamatan menjadi prioritas utama. Kita tenang, tetapi tetap siaga,” kata Faisal, dikutip dari laman bmkg.go.id., Jumat (12/12/2025).

Hasil analisis terkini menunjukkan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan minimum 1009 hPa. 

BMKG mencatat bahwa struktur awan konvektif di sekitar sistem belum terbentuk secara sempurna, sehingga intensifikasi bibit siklon diperkirakan masih berjalan lambat dalam 24 jam ke depan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan  bahwa pergerakan 93S dalam satu hari ke depan cenderung perlahan menuju barat daya dan terus bergerak meninggalkan wilayah Indonesia. 

"Dalam kurun waktu 48–72 jam selanjutnya, sistem ini diperkirakan menguat secara bertahap seiring meningkatnya konsolidasi sirkulasi," jelasnya.

Baca juga: Potensi Cuaca Ekstrem, Jumat 12 Desember 2025: Waspada Hujan Sangat Lebat

Bibit Siklon Tropis 93S sendiri pertama kali terdeteksi pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB, dengan pusat sirkulasi berada di koordinat 12.0°LS – 117.0°BT, dan masuk dalam Area of Monitoring (AoM) Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta.

Kemudian, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menekankan pentingnya penyampaian informasi yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Pemerintah daerah, media massa, hingga masyarakat diminta terus membangun kerja sama dalam menyebarkan perkembangan 93S tanpa menimbulkan kepanikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved