Jumat, 24 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Bantuan Terus Mengalir ke Korban Bencana Sumatra, Band Wali Turut Berpartisipasi

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk bantuan logistik, pemulihan rumah ibadah, serta layanan pendidikan bagi warga terdampak bencana.

Penulis: Erik S
Editor: Hasanudin Aco
HO/Erik S
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Konser Kemanusiaan Donasi Peduli Sumatra pada Jumat (12/12/2025) sore. 

Donasi Peduli Sumatra Kementerian Agama RI bersama Wali Kumpulkan Rp2,8 Miliar

 

Ringkasan Berita:
  • Kementerian Agama RI dengan dukungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Band Wali serta tokoh lintas agama menggelar donasi Donasi Peduli Sumatra.
  • Dana yang terkumpul akan digunakan untuk bantuan logistik, pemulihan rumah ibadah, serta layanan pendidikan bagi warga terdampak bencana.
  • Kemenag fokus pada pemulihan bangunan fisik keagamaan dan pendidikan yang rusak akibat bencana.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Donasi sebesar Rp 2,8 miliar untuk korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat berhasil dikumpulkan konser Kemanusiaan Donasi Peduli Sumatra pada Jumat (12/12/2025).

Acara tersebut diselenggarakan Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama RI dengan dukungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta  serta didukung band Wali dan tokoh lintas agama.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk bantuan logistik, pemulihan rumah ibadah, serta
layanan pendidikan bagi warga terdampak bencana.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama secara nasional akan memberikan perhatian khusus kepada masyarakat terdampak bencana.

Menurut dia tanpa intervensi yang terarah, dampak bencana berpotensi menghilangkan masa depan anak-anak dan generasi muda di wilayah terdampak.

“Yang penting, kami sudah mendata berapa madrasah yang rusak, rumah ibadah lintas agama, masjid, jumlah korban meninggal, anak yatim, serta mahasiswa asal Sumatra yang kini berada di Pulau Jawa. Mereka yang terdampak penuh akan diprioritaskan untuk beasiswa,” ujar Nasaruddin usai acara.

Ia menjelaskan, Kemenag juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan keluarga terdampak mendapat dukungan dasar, mulai dari makan gratis, pembayaran tempat tinggal sementara, hingga fasilitas relokasi bagi mereka yang kehilangan seluruh harta benda. 

Sementara itu, Kemenag fokus pada pemulihan bangunan fisik keagamaan dan pendidikan yang rusak akibat bencana.

Nasaruddin turut mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto yang turun langsung meninjau wilayah terdampak bencana di Sumatra. Ia menyatakan optimisme bahwa Indonesia mampu menyelesaikan persoalan bencana secara mandiri melalui gotong royong nasional.

Nasaruddin juga meluruskan pemahaman publik mengenai bencana alam. Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu menjelaskan bahwa Al-Quran membedakan antara azab, musibah, dan bala.

Ia menegaskan bahwa peristiwa di Sumatra adalah musibah, yang merupakan ujian kesabaran bagi korban, ujian kesiapan berbagi bagi yang tidak terdampak. "Apa yang terjadi di Sumatra adalah musibah, bukan azab," tegasnya.

Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar menyatakan bahwa konser kemanusiaan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kepedulian sosial warga kampus. UIN Jakarta, kata dia, juga telah mengirim relawan mahasiswa ke lokasi bencana untuk membantu penanganan darurat pascabencana. 

Bantuan untuk korban bencana

  • Bencana banjir dan longsor melanda tiga provinsi di Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) akhir November 2025 lalu
  • Data BNPB hingga 12 Desember 2025, tercatat sebanyak 995 orang meninggal dunia, 226 orang masih hilang, dan hampir 885 ribu jiwa mengungsi.
  • Bantuan bencana Sumatera bersifat multisektor dan lembaga lintas
  • Dengan fokus utama pada evakuasi, pemulihan layanan dasar, dan rehabilitasi infrastruktur .
  • Dukungan masyarakat juga sangat besar melalui donasi dan relawan.
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved