Banjir Bandang di Sumatera
Cerita AHY Saat Datangi Aceh Tamiang: Rumah-rumah Hancur, Semua Kebingungan
AHY berbagi ceritanya kepada para alumni AKABRI tahun 2000 terkait pengalamannya mendatangi lokasi bencana di Sumatera.
Ringkasan Berita:
- Dari 23 Kabupaten Kota yang ada di Aceh, sebanyak 18 Kabupaten Kota di antaranya terdampak
- Di Aceh banyak desa hilang dan hancur
- AHY mengatakan apa yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah sebuah fenomena alam
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbagi ceritanya kepada para alumni AKABRI tahun 2000 terkait pengalamannya mendatangi lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
AHY membuka ceritanya dengan menggambarkan momen-momen awal bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi itu.
Ia mengatakan, di awal-awal kejadian pihaknya masih menduga-duga terkait dampak dari bencana itu.
AHY lantas membandingkannya dengan bencana Tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004 lalu.
Menurutnya bencana kali ini yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dampak kerusakannya lebih besar.
Karena menurutnya, wilayah pantai timur, pantai barat, dan bagian tengah Aceh mengalami kerusakan yang cukup masif.
Baca juga: AHY Sebut Butuh Dana Rp 51 Triliun Untuk Bangun Kembali Infrastruktur yang Terdampak Banjir Sumatera
Dari 23 Kabupaten Kota yang ada di Aceh, kata dia, sebanyak 18 Kabupaten Kota di antaranya terdampak.
Namun demikian ia menyatakan dari sisi jumlah korban meninggal dan hilang, Tsunami Aceh menyebabkan lebih banyak korban dibandingkan bencana kali ini.
Hal itu disampaikannya saat menyampaikan sambutan pada acara Peduli Bencana Sumatera dan Santunan Anak Yatim Piatu dalam rangka 25 tahun pengabdian Alumni AKABRI Tahun 2000 atau Pamor Persada di Lapangan Tembak Brigade Parako I Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) di Halim Perdanakusuma Jakarta pada Minggu (14/12/2025).
Baca juga: Beda dengan Bahlil, AHY dapat Laporan Listrik Mati Total pada 12 Kecamatan di Aceh Tamiang
"Baru beberapa hari lalu, kami akhirnya ke Aceh Tamiang. Tamiang ini juga salah satu yang sangat buruk, yang paling parah. Dan rumah-rumah hancur. Semua merasa kebingungan. Kepala daerah kebingungan. Karena betul-betul di tengah-tengah itu kayak di film-film yang sudah, mereka sampai mengatakan seperti kota zombie. Habis," ujarnya.
"Rumah itu bukan lagi rusak sedang atau berat, hancur, hilang. Jadi banyak desa yang hilang. Banyak yang hancur. Dan sekarang timbul sungai-sungai baru," ucap dia.
Kondisi serupa, kata dia, juga dialami Sumatra Utara.
Di sana, ujarnya, sebanyak 18 dari 33 Kabupaten Kota juga terdampak.
Sedangkan di Sumatera Barat, lanjutnya, dari 19 Kabupaten Kota, sebanyak 16 terdampak.
"Termasuk di Sumatera Barat itu ada namanya Lembah Anai. Pernah ke Lembah Anai? Ada yang pernah pesiar ke sana? Ada air terjun. Bagus. Hancur sekarang semuanya. Jalan, jembatan hancur," ungkap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ahy-bersama-alumni-akabri.jpg)