Jumat, 1 Mei 2026

Memperingati Hari Pantun Nasional 17 Desember, Berikut Kumpulan Pantun Karya Penyair Terkenal

Tanggal 17 Desember diperingati sebagai Hari Pantun Nasional, berikut kumpulan pantun karya penyair terkenal di Indonesia.

Tayang:
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI - Pengunjung melihat-lihat buku di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/2/2023). Berikut kumpulan pantun karya penyair terkenal di Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Hari Pantun Nasional diperingati pada tanggal 17 Desember.
  • Pantun merupakan karya berbentuk puisi tradisional yang terdiri dari empat baris
  • Pantun terdiri dari dua baris sampiran dan dua baris isi.

TRIBUNNEWS.COM - Hari ini, 17 Desember 2025 diperingati sebagai Hari Pantun Nasional.

Mengutip dari bpmpntt.kemendikdasmen.go.id, peringatan Hari Pantun Nasional diadakan untuk melestarikan pantun di Indonesia.

Pantun sendiri adalah bentuk puisi tradisional asal Indonesia yang hingga saat ini masih ada.

Pantun terdiri dari empat baris dengan pola sajak a-b-a-b.

Karya sastra ini telah menjadi bagian penting dari budaya Melayu dan Nusantara, digunakan sebagai sarana komunikasi, hiburan, bahkan pendidikan.

Mengutip dari ditsmp.kemendikdasmen.go.id, di tahun 2020, UNESCO telah menetapkan pantun sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda, dan mengakui pentingnya tradisi ini sebagai identitas budaya yang patut dilestarikan.

Secara tradisional, pantun terdiri dari dua bagian utama yaitu sampiran yakni dua baris pertama yang berisi pengantar atau gambaran, biasanya menggunakan unsur alam atau benda sekitar, dan isi yang juga terdiri dari dua baris terakhir yang menyampaikan pesan, nasihat, atau humor.

Pantun umumnya digunakan dalam berbagai acara adat, seperti pernikahan, upacara, dan pertunjukan seni tradisional.

Berikut Tribunnews rangkum kumpulan pantun dari penyair ternama di Indonesia.

Baca juga: 17 Desember Diperingati sebagai Hari Pantun Nasional, Berikut Sejarah dan Kumpulan Ucapannya

Kumpulan Pantun dari Penyair Terkenal di Indonesia

1. Pantun oleh Raja Ali Haji

Pergi ke kebun memetik delima,
Delima masak di pohon cemara.
Jika ilmu tidak dipelihara,
Hilanglah akal rusaklah bicara.

2. Pantun oleh Raja Ali Haji

Apa guna pasang pelita,
Kalau tidak dengan sumbunya.
Apa guna bermain mata,
Kalau tidak dengan sungguhnya.

3. Pantun oleh Hamzah Fansuri

Hamzah miskin orang uryani,
Seperti Ismail menjadi qurbani.
Bukan Hamzah mencari puji,
Melainkan Tuhan tempat kembali.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved