Kamis, 21 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Anggota Komisi II DPR Menilai Surat Aceh Minta Bantuan ke PBB Tak Perlu Ditanggapi Berlebihan

Anggota Komisi II DPR RI, Ujang Bey meyakini pemerintah masih mampu menangani dampak bencana alam di Aceh. 

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
/Puspen TNI
BANJIR ACEH - Anggota Komisi II DPR RI, Ujang Bey meyakini pemerintah masih mampu menangani dampak bencana alam di Aceh.  Menurutnya, pemerintah telah menghitung segala kemampuannya dalam menangani bencana Aceh. Foto Prajurit TNI dari Posramil Darul Hasanah jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga masyarakat melaksanakan perbaikan jembatan gantung di Desa Buntul Kendawi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (15/12/2025). (Puspen TNI) 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi II DPR RI, Ujang Bey meyakini pemerintah masih mampu menangani dampak bencana alam di Aceh.
  • Menurut Bey pemerintah telah menghitung segala kemampuannya dalam menangani bencana Aceh.
  • Karena itu surat Aceh ke dua lembaga PBB untuk meminta bantuan menurutnya tak perlu ditanggapi berlebihan. 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI, Ujang Bey meyakini pemerintah masih mampu menangani dampak bencana alam di Aceh

Menurutnya, pemerintah telah menghitung segala kemampuannya dalam menangani bencana Aceh.

Baca juga: Periksa 8 Korporasi Besar di Sumut, KLH Temukan Indikasi Kelalaian hingga Sebabkan Banjir Sumatera

"Ketika pemerintah masih belum memberikan lampu hijau terkait bantuan asing, artinya sudah memiliki kemampuan untuk menakar segala permasalahannya," kata Ujang, kepada wartawan, Rabu (17/12/2025).

Legislator NasDem itu menilai, surat Aceh ke dua lembaga PBB tersebut tak perlu ditanggapi berlebihan. 

 

Koramil 07/Stabat, Kodim 0203/Langkat, bersama warga Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, melaksanakan perbaikan tanggul yang kembali jebol akibat hujan deras, Minggu (14/12/2025). Perbaikan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya banjir susulan pasca banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa hari sebelumnya. (Puspen TNI)
Koramil 07/Stabat, Kodim 0203/Langkat, bersama warga Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, melaksanakan perbaikan tanggul yang kembali jebol akibat hujan deras, Minggu (14/12/2025). Perbaikan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya banjir susulan pasca banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa hari sebelumnya. (Puspen TNI) (/Puspen TNI)

 

"Pemerintah harus fokus dan bergerak secara cepat, tepat, serta simultan agar keluhan-keluhan masyarakat terdampak banjir bisa tertangani sesegera mungkin," ujarnya.

Dia juga berharap Kementerian Dalam Negeri dapat berkomunikasi dengan Pemerintah Aceh terkait surat tersebut. 

"Biar tidak ada persepsi yang berbeda," tandasnya.

Aceh Surati 2 Lembaga PBB 

Mengenai permintaan bantuan PBB tersebut sebelumnya disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA pada Minggu (14/12/2025).

"Secara khusus Pemerintah Aceh resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF," kata Muhammad dalam keterangan tertulisnya. 

Menurut dia, selain telah menyurati dua lembaga tersebut saat ini juga tercatat sekitar 77 lembaga dengan mengikutsertakan 1.960 relawannya sudah berada di Aceh

Mereka merupakan lembaga atau NGO lokal, nasional dan insternasional.

"Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respons kebencanaan ini," ujarnya. 

Terhadap permintaan tersebut, PBB di Indonesia menyatakan terus memantau situasi secara seksama dan tetap terlibat aktif bersama pemerintah Indonesia dalam mengawal respons darurat di provinsi terdampak.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved