Selasa, 19 Mei 2026

3 Pernyataan Prabowo soal Kelapa Sawit: Karunia Tuhan hingga Minta Tak Khawatir Deforestasi

Semenjak dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024 lalu, Prabowo Subianto beberapa kali menyinggung perihal kelapa sawit.

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
PRABOWO BICARA SAWIT - Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan di depan kepala daerah se-Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Semenjak dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024 lalu, Prabowo Subianto beberapa kali menyinggung perihal kelapa sawit. 
Ringkasan Berita:
  • Prabowo menilai Indonesia perlu menambah penanaman kelapa sawit tanpa khawatir membahayakan dan menyebabkan deforestasi.
  • Kepala Negara menyatakan bahwa Indonesia mempunyai karunia berupa komoditas kelapa sawit karena mampu diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).
  • Prabowo menargetkan penanaman sawit di Papua untuk menuju energi mandiri berbasis potensi lokal.

TRIBUNNEWS.COM - Sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024 lalu, Prabowo Subianto beberapa kali menyinggung perihal kelapa sawit.

Pada Desember 2024 lalu, Prabowo menilai Indonesia perlu menambah penanaman kelapa sawit tanpa khawatir membahayakan dan menyebabkan deforestasi.

Ia menilai tuduhan bahwa lahan sawit menyebabkan deforestasi merupakan keliru karena menurutnya pohon sawit juga menyerap karbon dioksida.

Kemudian, Kepala Negara menyatakan bahwa Indonesia mempunyai karunia berupa komoditas kelapa sawit karena mampu diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Terkini, Prabowo menargetkan penanaman sawit di Papua untuk menuju energi mandiri berbasis potensi lokal.

1. Targetkan Penanaman Sawit di Papua

Prabowo menargetkan penanaman sawit di Papua dalam kurun waktu 5 tahun sebagai langkah menuju energi mandiri berbasis potensi lokal.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat bersama seluruh kepala daerah Papua di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).

“Nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit, juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol sehingga kita rencanakan dalam 5 tahun semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri swasembada pangan dan swasembada energi.”

Dalam rapat itu, Prabowo menekankan pentingnya diversifikasi energi berbasis potensi lokal.

Menurutnya, kemandirian energi dan pangan akan berdampak besar pada penghematan anggaran negara, khususnya subsidi dan impor bahan bakar.

“Dengan demikian kita akan menghemat ratusan triliun untuk subsidi, ratusan triliun untuk impor BBM dari luar negeri.”

Baca juga: Sosok Syafiuddin, Anggota DPR Dukung Presiden Prabowo Bentuk Satgas Rehabilitasi Bencana Sumatra

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menyoroti nilai impor BBM Indonesia yang masih mencapai Rp520 triliun.

“Bayangkan kalau kita bisa potong setengah berarti ada Rp250 triliun, apalagi kita bisa potong Rp500 triliun.” 

Prabowo menilai penghematan itu dapat membuka ruang fiskal besar bagi pembangunan daerah.

2. Karunia Berupa Kelapa Sawit

Prabowo menyatakan bahwa Indonesia mempunyai karunia berupa komoditas kelapa sawit

Hal itu disampaikannya dalam pidato pada HUT ke-61 Partai Golkar yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

"Saudara-saudara, kalau kita tergantung impor, kita enggak mampu bayar nanti harga BBM. Tapi kita diberikan karunia oleh Yang Maha Kuasa, kita punya kelapa sawit, kelapa sawit bisa jadi BBM, bisa jadi solar, bisa jadi bensin juga kita punya teknologinya," ucap Prabowo.

Ia menyebut, kelapa sawit bisa diolah menjadi BBM sehingga dapat menjadi solusi ketergantungan impor BBM. 

Saat perang terjadi, jelasnya, negara bahkan tidak bisa mengimpor BBM karena semua pihak mengamankan stok dalam negerinya masing-masing.

"Saudara-saudara, perang lanjut di Eropa, bisa-bisa kita tidak bisa impor BBM dari mana pun. Kita mau impor pun nanti tidak bisa. Selat di Laut Merah, di depan Yaman kan terhenti. Nanti (Selat) Hormuz bisa terhenti," tuturnya.

Ia pun mengatakan bahwa Indonesia harus mampu mengaplikasikan teknologi pengolahan sawit agar negara ini siap jika terjadi kondisi paling sulit.

"Kalau kita tidak hati-hati, kalau kita tidak punya teknologi, kalau pabrik-pabrik pengolahan tidak siap kalau terjadi apa-apa, baru kita nanti merasakan," jelasnya.

Ia mencontohkan kondisi yang dialami Sumatra setelah diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor di mana BBM sulit dikirim karena jembatan putus.

"Sekarang dengan bencana di Sumatera saja bagaimana repotnya kita mengantar BBM ke daerah-daerah bencana. Jembatan putus, BBM harus kita naikin pesawat, sebagian lewat kapal," tuturnya.

3. Tak Perlu Takut Deforestasi

Prabowo mengatakan, Indonesia perlu menambah penanaman kelapa sawit tanpa khawatir membahayakan dan menyebabkan deforestasi.

Ia menilai, tuduhan bahwa lahan sawit menyebabkan deforestasi keliru karena menurutnya pohon sawit juga menyerap karbon dioksida.

"Saya kira ke depan kita harus tambah tanam kelapa sawit. Enggak usah takut apa itu katanya membahayakan, deforestation, namanya kelapa sawit ya pohon, ya kan?" ujar Prabowo dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Gedung Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/12/2024).

"Benar enggak, kelapa sawit itu pohon, ada daunnya kan? Dia menyerap karbon dioksida, dari mana kok kita dituduh yang mboten-mboten (bukan-bukan) saja itu orang-orang itu," sambungnya.

Ia menyebut, banyak negara yang berharap kepada Indonesia, termasuk soal sawit.

Prabowo sempat merasakan hal tersebut ketika melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

"Banyak negara terlalu berharap ke Indonesia, saya sampai ngeri sendiri. Terutama mereka sangat membutuhkan kelapa sawit kita." 

"Ternyata kelapa sawit jadi bahan strategis, banyak negara itu takut tidak dapat kelapa sawit," ungkapnya.

Ia pun berpesan kepada TNI/Polri serta para kepala daerah untuk menjaga kebun kelapa sawit di Indonesia. Pasalnya, banyak negara membutuhkan kelapa sawit.

"Jadi jagalah para bupati, gubernur, tentara, polisi, jagalah kebun kelapa sawit kita. Itu aset negara," kata Prabowo.

(Tribunnews.com/Deni/Igman)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved