Prabowo Sebut Ketahanan Pangan Penentu Kelangsungan Negara
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini bekerja menjaga sektor pangan nasional.
Ringkasan Berita:
- Prabowo menegaskan ketahanan pangan menjadi syarat utama agar negara dapat bertahan dan menjaga kedaulatan.
- Presiden menyebut pangan berkaitan langsung dengan pertahanan negara, termasuk operasional militer.
- Prabowo mengapresiasi peran petani dan nelayan sebagai penopang utama keberlangsungan bangsa dan negara.
TRIBUNNEWS.COM, - Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi keamanan dan keberlangsungan sebuah negara.
Dalam sambutannya di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026), Prabowo menyebut tidak ada negara yang mampu bertahan tanpa produksi pangan yang aman, lancar, dan berkesinambungan.
“Saya belajar sejarah, saya belajar bernegara. Dan hal yang saya dapatkan adalah bahwa tidak mungkin suatu negara bertahan survive tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan,” ujar Prabowo.
Baca juga: Polri akan Punya 28 Gudang Ketahanan Pangan, Tersebar di Sejumlah Titik
Oleh karenanya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini bekerja menjaga sektor pangan nasional.
Dari kedekatan emosional yang terbentuk saat bergabung dalam organisasi tani, Kepala Negara memahami langsung peran strategis petani dalam kehidupan bangsa.
“Jadi itulah sejarah, bagaimana saya makin sadar waktu itu pentingnya para petani, para nelayan. Para petani dan para nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut membagikan pengalamannya semasa menjadi komandan pasukan tempur.
Dari pengalaman tersebut, Ia menilai pangan bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut pertahanan negara.
“Kalau ada beras kita hitung, berasnya kuat untuk berapa hari. Kalau berasnya untuk 5 hari, ya 5 hari kita operasi. Kalau berasnya 14 hari, 14 hari kita operasi. Bayangkan, saudara-saudara, kalau nggak ada beras. Kalau nggak ada beras, tentara itu juga susah dia beroperasi,” ucap Presiden.
Prabowo juga mengenang bagaimana para petani di desa-desa menjadi penopang perjuangan bangsa pada masa perang kemerdekaan.
Menurutnya, dukungan masyarakat melalui bahan makanan sederhana menjadi kekuatan utama bagi tentara dan aparat negara saat itu.
“Kalau saya latihan di kampung-kampung, rakyat desa, rakyat kampung keluar. Memberi makan kepada kita, memberi minum kepada kita. Walaupun mereka hidupnya sangat susah. Mereka punya pisang, pisang dikasih. Mereka punya ubi, ubi dikasih. Mereka punya tiwul, tiwul dikasih,” kenang Presiden.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan, keberhasilan swasembada dan ketahanan pangan nasional tidak dapat dicapai tanpa adanya sinergi seluruh elemen bangsa. Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung penguatan pada sektor pangan.
“Setiap mereka yang ingin untuk melihat negara dan bangsa kita langgeng, harus, harus, harus fokus dan memperhatikan masalah pangan ini. Saya terima kasih tim pertanian, tim pangan saya sangat baik, sangat kuat,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prabowo-pangan-tuban.jpg)