Selasa, 2 Juni 2026

Hari Ibu

Teks Sejarah Hari Ibu Dibacakan di Upacara 22 Desember 2025 Resmi dari KemenPPPA & Link PDF

Teks sejarah singkat Hari Ibu 2025 untuk upacara Hari Ibu ke-97 tahun 2025 resmi dari KemenPPPA, telah dirilis lengkap dengan link download file PDF.

Tayang:
Instagram @KemenPPPA
SEJARAH HARI IBU - Suasana Kongres Perempuan I pada 22-25 Desember 1928. Kongres Perempuan menjadi cikal bakal adanya Peringatan Hari Ibu pada 22 Desember. Teks sejarah singkat Hari Ibu 2025 untuk upacara Hari Ibu ke-97 tahun 2025 resmi dari KemenPPPA, telah dirilis lengkap dengan link download file PDF. 

Saat itu, sebagian besar organisasi perempuan masih menjadi bagian dari perkumpulan pemuda pejuang pergerakan bangsa.

Terinspirasi oleh semangat persatuan tersebut, para perempuan pejuang pergerakan kemerdekaan kemudian memprakarsai penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada tanggal 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta

Salah satu keputusan penting dari kongres ini adalah pembentukan organisasi federasi mandiri bernama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI). 

Melalui PPPI, terjalin semangat persatuan dan perjuangan kaum perempuan untuk bersama kaum laki-laki memperjuangkan harkat dan martabat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, serta mengangkat derajat perempuan Indonesia agar menjadi perempuan yang maju dan berdaya.

Pada tahun 1929, PPPI berganti nama menjadi Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII). Selanjutnya, pada tahun 1935 diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta.

Kongres ini tidak hanya berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia, tetapi juga menetapkan fungsi utama perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan dan mendidik generasi baru agar memiliki kesadaran kebangsaan yang tinggi.

Perjuangan perempuan Indonesia berlanjut dengan terselenggaranya Kongres Perempuan Indonesia III di Bandung pada tahun 1938. 

Dalam kongres ini, tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu, yang kemudian dikukuhkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur, tertanggal 16 Desember 1959.

Pada tahun 1946, Badan Kongres Perempuan Indonesia berkembang menjadi Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), yang hingga kini terus berkiprah dan berperan aktif sesuai dengan aspirasi serta tuntutan zaman. 

Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 22 Desember tersebut menjadi tonggak sejarah kesatuan pergerakan perempuan Indonesia. 

Bagi bangsa Indonesia, Hari Ibu tidak hanya dimaknai sebagai penghargaan terhadap jasa seorang ibu dalam keluarga, tetapi juga sebagai penghormatan terhadap peran perempuan secara menyeluruh-baik sebagai ibu dan istri, warga negara, anggota masyarakat, maupun abdi Tuhan Yang Maha Esa. 

Perempuan Indonesia memiliki peran penting sebagai pejuang dalam merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan nasional.

Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai simbol kebangkitan, persatuan, dan kesatuan perjuangan kaum perempuan Indonesia yang tidak terpisahkan dari perjuangan bangsa. 

Nilai-nilai perjuangan dan semangat persatuan tersebut perlu terus diwariskan sebagai api semangat juang untuk mempertebal tekad dalam melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Jakarta, 22 Desember 2025

Link Download Teks Sejarah Hari Ibu 2025

Adapun teks Sejarah Hari Ibu 2025 untuk upacara bendera dari KemenPPPA RI, dapat didownload di link berikut:

Teks Sejarah Hari Ibu 2025: LINK

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved