Selasa, 21 April 2026

Arus Barang di Enam Pelabuhan Dijaga Stabil Menjelang Akhir Tahun 2025

Arus barang di enam pelabuhan utama nasional dijaga tetap stabil menjelang akhir tahun 2025.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Wahyu Aji
IST
ARUS BARANG - Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Arus barang di enam pelabuhan utama nasional dijaga tetap stabil menjelang akhir tahun 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Kinerja arus petikemas menunjukkan pertumbuhan positif di berbagai wilayah.
  • Peningkatan ini didorong oleh naiknya aktivitas ekspor komoditas unggulan di sejumlah daerah.
  • Pertumbuhan arus petikemas turut didukung oleh hadirnya layanan internasional dan domestik baru yang memperkuat konektivitas logistik.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Arus barang di enam pelabuhan utama nasional dijaga tetap stabil menjelang akhir tahun 2025.

Upaya ini dilakukan melalui penguatan operasional dan peningkatan keandalan layanan untuk memastikan kelancaran distribusi logistik di seluruh wilayah.

Enam area kerja yang dikelola meliputi Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Pontianak di Kalimantan Barat, Panjang di Lampung, Palembang di Sumatera Selatan, Teluk Bayur di Padang, serta Pelabuhan Jambi.

“Kami menjaga keandalan operasi,” ujar Corporate Secretary IPC Terminal Petikemas, Pramestie Wulandary, Rabu (17/12/2025).

Arus barang di pelabuhan utama harus dijaga menjelang akhir tahun karena beberapa alasan.

Di antaranya menjelang akhir tahun, permintaan barang biasanya meningkat akibat momen hari besar keagamaan, libur akhir tahun, dan persiapan tahun baru. Jika arus barang terganggu, pasokan bisa terlambat dan memicu kelangkaan.

Pelabuhan utama merupakan simpul penting rantai pasok. Kelancaran arus barang berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan dunia usaha, terutama di penghujung tahun.

"Agar pengguna jasa mendapatkan kepastian layanan di tengah meningkatnya aktivitas kepelabuhanan," ujarnya

Sepanjang Januari–November 2025, volume petikemas yang ditangani IPC TPK tumbuh 13,32 persen menjadi 3.269.607 TEUs, meningkat dari 2.885.249 TEUs pada periode yang sama tahun 2024.

Tren positif ini tercatat hampir di seluruh wilayah operasional.

Area Non-Tanjung Priok, yang mencakup Sumatera dan Pontianak, mencatat pertumbuhan 11,09 persen.

Sementara itu, Area Tanjung Priok menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 13,86 persen.

Peningkatan kinerja didorong oleh naiknya aktivitas ekspor sejumlah komoditas unggulan.

Di Panjang, ekspor refined glycerine tumbuh 438,6 persen, sementara ekspor kopi meningkat 201 persen.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved