Banjir Bandang di Sumatera
Bendera Putih di Aceh, Rano Karno Duga Kepala Daerah Sudah Kirim Surat “Menyerah” ke Mendagri
Bendera putih berkibar di Aceh, Rano Karno sebut kepala daerah kirim surat “menyerah” ke Mendagri. Apa makna di balik simbol ini?
Ringkasan Berita:
- Bendera putih berkibar di jalan Aceh, simbol warga menyerah hadapi banjir bandang.
- Rano Karno sebut sejumlah kepala daerah kirim surat “menyerah” ke Mendagri.
- BNPB catat 1.068 korban jiwa, 537 ribu pengungsi masih bertahan di titik darurat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Rano Karno, menyebut sejumlah kepala daerah di Sumatera telah menyampaikan surat kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai bentuk “menyerah” menghadapi bencana banjir bandang dan longsor.
Pernyataan itu disampaikan Rano menanggapi fenomena pengibaran bendera putih di sejumlah titik jalan di Aceh, yang menjadi simbol warga menyerah menghadapi bencana.
“Mungkin memang ada beberapa pimpinan daerah, bupati, wali kota Aceh juga sudah menyerah. Mereka sudah bersurat kepada Kementerian Dalam Negeri,” kata Rano seusai acara peringatan Hari Ibu digelar PDIP di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Kamis (18/12/2025).
Rano menegaskan, tidak semua daerah memiliki kemampuan fisik dan sumber daya yang cukup untuk menangani bencana besar.
“Tentu mungkin menyerah itu karena memerlukan bantuan. Itu kan simbolis sebetulnya. Saya yakin tidak ada niat untuk menyindir,” ujarnya.
Ia menambahkan, PDIP melalui Baguna terus memantau situasi di lokasi bencana dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan.
Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih
Mengutip pemberitaan KompasTV, Selasa (16/12/2025), warga membuat bendera putih dari kain seadanya dan memasangnya di sejumlah titik, seperti Kampung Seuneubok Dalam, Kampung Matang Upah, Kampung Paya Awe, dan Kampung Pahlawan.
Mereka menyebut bendera putih itu sebagai simbol menyerah menghadapi kondisi banjir berkepanjangan.
Edi, warga Aceh Tamiang, mengaku lelah dan terkadang hampir tidak sanggup lagi dengan situasi tersebut.
“Memprihatinkanlah kalau begini ini kan. Yang kami butuhkan sekarang ini air bersih. Pemadaman lampu kan, sehingga tidak ada sinyal (kalau) mau komunikasi ke mana pun,” ucapnya.
Mualem Tidak Tahu
Menanggapi hal itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem menyatakan tidak mengetahui maksud pengibaran bendera putih tersebut.
“Saya tidak terkopi itu, apa maksud mereka? Yang itu di luar jangkauan kita,” ujarnya saat menerima bantuan dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Banda Aceh, Selasa (16/12/2025).
Mualem menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bagian dari kebijakan pemerintah daerah.
Baca juga: Prabowo Bilang Situasi Banjir Sumatra Terkendali, Greenpeace: Pemerintah Belum Ada Langkah Nyata
1.068 Korban Jiwa, 537 Ribu Warga Masih Mengungsi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat per Kamis (18/12/2025), jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 1.068 jiwa, setelah bertambah 9 orang dari laporan sehari sebelumnya.
Rinciannya, tiga korban ditemukan di Aceh Utara, dua di Aceh Timur, satu di Tapanuli Selatan, satu di Langkat, satu di Agam, dan satu di Padang Pariaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketua-DPP-PDI-Perjuangan-sekaligus-Wakil-Gubernur-DKI-Jakarta-Rano-Karno.jpg)