Program Makan Bergizi Gratis
Libur Sekolah, BGN Tegaskan Program MBG Tetap Jalan, Ini Pedoman Resminya
BGN menerapkan sistem dua totebag dengan warna berbeda dalam pendistribusian paket MBG selama libur sekolah.
Ringkasan Berita:
- Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah
- Dalam pedoman terbaru yang dipublikasikan, BGN memastikan bahwa alur distribusi MBG tetap berlanjut
- Hingga 15 Desember 2025, program MBG telah menjangkau 50,7 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta orang
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah bagi seluruh peserta didik dan kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
MBG merupakan program nasional dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis untuk anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui yang diluncurkan pada 6 Januari 2025.
“Selama masa liburan, BGN tetap mendistribusikan paket MBG baik kepada siswa maupun kelompok rentan 3B,” tegas Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati di Jakarta, Minggu (21/12/2025).
Kebijakan ini tertuang dalam Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025.
1. Alur Distribusi
Dalam pedoman tersebut, BGN memastikan bahwa alur distribusi MBG tetap berlanjut.
Untuk kelompok 3B tetap menerima MBG enam hari dalam sepekan tanpa terpengaruh kalender libur sekolah.
Sementara siswa dan santri memperoleh paket MBG sesuai mekanisme libur sekolah pada sekolah atau pesantren yang bersedia hadir untuk pendistribusian.
2. Sistem Paket Kombinasi
Pada masa libur sekolah, MBG diberikan dalam sistem paket kombinasi.
Siswa akan mendapatkan MBG dalam bentuk satu paket MBG dalam menu siap santap yang dimasak langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dua paket MBG kemasan untuk dibawa pulang, berisi roti, telur, susu, dan buah yang sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Mekanisme ini dirancang agar siswa tetap terjamin asupan gizinya meski tidak berada di sekolah.
3. Masa Tahan MBG Maksimal Dua Hari
Paket MBG dalam bentuk kemasan dirancang dengan ketahanan maksimal dua hari.”
Isi paket harus berupa bahan pangan bergizi yang memiliki ketahanan baik dalam suhu ruang seperti roti, susu UHT, telur, buah, atau kudapan sehat, namun tetap sesuai prinsip keamanan pangan.
Sistem ini membuat SPPG lebih selektif dalam menyusun menu paket kemasan dan mencegah potensi penyalahgunaan atau penyimpanan yang terlalu lama di rumah penerima manfaat.
“Paket kemasan MBG hanya dirancang untuk dua hari ketahanan. Itu artinya jenis makanan yang dipilih harus aman, bergizi, dan tidak berisiko rusak dalam waktu singkat. Kita ingin memastikan seluruh anak menerima pangan yang benar-benar layak konsumsi,” tegas Hida.
4. Fleksibilitas Waktu Distribusi
Adapun distribusi program MBG selama masa libur sekolah bisa dilakukan secara fleksibel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Program-MBG-di-Perguruan-Muhammadiyah-Antapani_20250826_143213.jpg)