Minggu, 26 April 2026

Rocky Gerung: Sangat Mungkin Awal 2026 Terjadi Crossfire antara Elit dan 'Piring Kosong Emak-emak'

Pengamat politik, Rocky Gerung memprediksi di awal tahun 2026, berpotensi terjadi benturan silang antara elit dan rakyat.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PREDIKSI 2026 - Akademisi Rocky Gerung memberikan keterangan saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/8/2023). Pengamat politik, Rocky Gerung menyampaikan prediksi terkait situasi sosial-politik pada 2026 mendatang. Menurutnya, di awal tahun 2026, berpotensi terjadi benturan silang antara elit dan rakyat. 

Ringkasan Berita:
  • Pengamat politik, Rocky Gerung menyampaikan prediksi terkait situasi sosial-politik pada 2026 mendatang.
  • Menurutnya, di awal tahun Indonesia berpotensi terjadi benturan silang antara elit dan rakyat.
  • Ketegangan itu disebut muncul secara organik.

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung menyampaikan prediksi berdasarkan riset Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terkait situasi sosial-politik yang diperkirakan terjadi pada awal 2026.

KAMI adalah gerakan moral masyarakat sipil yang dideklarasikan pada Agustus 2020, dipelopori tokoh-tokoh nasional seperti Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, Rocky Gerung, dan Refly Harun.

Adapun tujuan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia yakni mengawasi jalannya pemerintahan dan mengkritik kebijakan yang dianggap menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.

Kemudian, menyerukan perbaikan tata kelola negara, kesejahteraan rakyat, dan keadilan sosial.

Hasil riset KAMI menunjukkan, Indonesia berpotensi terjadi situasi crossfire atau benturan silang antara kalangan elit dengan masyarakat akar rumput.

"Saya mulai menghitung, KAMI barusan bikin riset bahwa sangat mungkin semester awal 2026 akan terjadi crossfire antara frustasi elit dan piring kosong emak-emak," kata Rocky, dikutip Tribunnews dari YouTube Rocky Gerung Official, Senin (22/12/2025).

Menurutnya, ketegangan ini muncul secara organik tanpa rekayasa.

"Gejala itu hadir tanpa kita rancang," sambungnya.

Pria lulusan Universitas Indonesia (UI) itu menerangkan, Indonesia saat ini tengah berada dalam kondisi ketidakpastian.

Dijelaskannya, hari ini, hampir tidak ada lagi warga, terutama anak muda yang memimpikan Indonesia akan terhibur dengan jargon bonus demografi hingga janji-janji Presiden Prabowo Subianto saat Pemilu.

"Jadi kalau KAMI memberi sinyal kritik kepada Presiden Prabowo dasarnya adalah argumen akademis dan kecintaan kepada negeri," tandasnya.

Baca juga: Jimly Asshiddiqie usai Bertemu Rocky Gerung: Cara Berpikirnya Out of the Box

Pria kelahiran 1959 itu menjelaskan, hari-hari ini, generasi muda merasa gelisah. 

Satu di antara kegelisahan itu yakni anak muda tidak lagi melihat masa depan politik sebagai ruang kompetisi yang adil.

Tahun 2029, dalam persepsi mereka menurut Rocky, seolah sudah ditentukan sejak awal, terutama karena kuatnya pengaruh kekuasaan politik dinasti Solo atau keluarga mantan Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).

"Kita mulai membaca kegelisahan anak muda, yang tidak melihat prospek untuk bersaing di 2029. Karena menganggap dari awal arah 2029 sudah ditentukan oleh dinasti Solo yang kemudian tidak mau dikoreksi oleh Presiden Prabowo," ungkap dia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved