Reformasi Polri
Jimly Asshiddiqie usai Bertemu Rocky Gerung: Cara Berpikirnya Out of the Box
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie buka suara setelah bertemu dengan sejumlah pihak, termasuk akademisi Rocky Gerung.
Ringkasan Berita:
- Komisi Percepatan Reformasi Polri bertemu sejumlah pihak untuk membahas percepatan reformasi Polri, termasuk akademisi Rocky Gerung
- Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, buka suara setelah bertemu Rocky Gerung.
- Ia menyebut Rocky memberikan masukan yang serius dengan pikirannya yang out of the box.
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, buka suara setelah bertemu dengan sejumlah pihak, termasuk akademisi Rocky Gerung untuk membahas percepatan reformasi Polri.
Menurut Jimly, Rocky memberikan masukan yang serius dengan pikirannya yang out of the box (kreatif dan inovatif atau di luar kebiasaan).
"Nah, yang terakhir itu Rocky Gerung dan kawan-kawan. Walaupun tidak lama dia, tapi memberi masukan yang saya anggap cukup serius."
"Seperti biasa dia cara berpikirnya itu out of the box tidak sama dengan mainstream. Nah, akhirnya kita sudah mendapatkan masukan dari semua kalangan," ujar Jimly Asshiddiqie dalam konferensi pers, Rabu (17/12/2025).
Total, ada delapan pihak yang ditemui oleh Komisi Percepatan Reformasi Polri. Di antaranya Komnas HAM, Komnas Anak, hingga Dewan Pers.
"Hari ini ada delapan. ada lembaga negara kayak Komnas HAM, Komnas Anak, kemudian ada Dewan Pers ya kan itu lembaga-lembaga semi negara sebenarnya. Lembaga negara dalam arti lembaga independen," tuturnya.
Selain itu, ada pula tokoh-tokoh masyarakat, seperti dosen Fakultas Hukum hingga kalangan dokter forensik.
Pandangan Analis
Sebelumnya, Analis politik Boni Hargens kembali mengingatkan agenda utama reformasi Polri yang seharusnya fokus pada upaya-upaya transformasi budaya, etika dan sistem internal Polri.
Menurut pria yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) Antara ini, reformasi Polri merupakan investasi demokrasi.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber di acara diskusi publik PMKRI Cabang Jakarta Timur bertajuk 'Evakuasi Tantangan dan Masa Depan Reformasi Polri' di Jakarta, Sabtu (13/11/2025).
"Kepolisian yang profesional, akuntabel dan demokratis bukan hanya kebutuhan teknis penegakan hukum, tetapi juga investasi fundamental bagi kelangsungan demokrasi Indonesia."
"Karena itu, reformasi Polri harus harus fokus pada transformasi budaya institusional Polri," ujarnya.
Baca juga: Boni Hargens: Reformasi Polri Harus Fokus pada Transformasi Budaya Institusional
Hargens berharap reformasi Polri fokus pada transformasi budaya institusional, tidak tergantung politik jangka pendek, bertujuan memperkuat Polri dalam kerangka demokrasi serta partisipatif kolektif karena menjadi tanggung jawab bersama baik Polri itu sendiri, pemerintah dan masyarakat sipil.
Hargens mengatakan reformasi harus berorientasi untuk memperkuat Polri sebagai lembaga yang memiliki kewenangan koersif untuk mewujudkan negara hukum atau rechtsstaat dan memperkuat demokrasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Eks-Ketua-MK-Jimly-Ashiddiqie-saat-ditemui-usai-salat-jenaza.jpg)