Petugas Temukan Punden Berundak Skala Besar di Situs Cibalay Bogor
Temuan ini merupakan hasil delineasi dan inventarisasi potensi cagar budaya yang dilaksanakan mulai 24 November hingga 5 Desember 2025.
Ringkasan Berita:
- Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat menemukan struktur punden berundak berskala besar di Situs Cibalay, Kabupaten Bogor, dalam kegiatan delineasi dan inventarisasi cagar budaya
- Temuan ini menguatkan peran Situs Cibalay sebagai kawasan pemujaan leluhur tradisi megalitik Nusantara
- Hasil delineasi menjadi dasar perlindungan, pengelolaan, dan penelitian lanjutan kawasan budaya tersebut.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat, Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, bersama para pemangku kepentingan lintas sektor berhasil mengungkap temuan penting berupa struktur punden berundak di kawasan Situs Cibalay, Desa Tapos I, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Situs tersebut berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Temuan ini merupakan hasil kegiatan delineasi dan inventarisasi potensi cagar budaya yang dilaksanakan selama dua pekan, mulai 24 November hingga 5 Desember 2025.
Baca juga: Menjelajahi Situs Wisata Gunung Padang, Sejarah Penemuan, Keindahan Alam & Pesona Punden Berundak
Kegiatan tersebut melibatkan tim arkeologi, tim pemetaan atau geodesi, tim dokumentasi visual, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta didukung penuh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan masyarakat setempat.
Ketua Tim Delineasi, Lia Nuri Rahmawati mengatakan, tim berhasil menginventarisasi sebanyak 38 titik potensi cagar budaya.
Dari jumlah tersebut, 33 titik merupakan temuan baru. Salah satu temuan paling menonjol adalah struktur punden berundak berskala besar yang memiliki sedikitnya tujuh hingga sepuluh teras dengan ketinggian mencapai sekitar 20 meter.
“Temuan ini menjadi kejutan besar bagi tim, terutama karena ditemukan menjelang akhir kegiatan. Struktur punden berundak tersebut menunjukkan adanya modifikasi kontur alam yang sangat jelas, yang mencerminkan praktik ritual masyarakat prasejarah,” ujar Lia dalam keterangannya, Selasa (23/12/2025).
Situs Cibalay selama ini dikenal sebagai kawasan pemujaan leluhur yang merepresentasikan tradisi budaya megalitik Nusantara.
Punden berundak merupakan bentuk arsitektur sakral tertua di Indonesia yang berkembang pada masa prasejarah dan kerap dipandang sebagai cikal bakal arsitektur candi pada periode Hindu-Buddha.
Kepala Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat, Retno Raswaty, menegaskan bahwa kegiatan delineasi memiliki peran strategis dalam upaya perlindungan dan pengelolaan cagar budaya, terutama karena kawasan Cibalay masuk dalam rencana pengembangan geopark Kabupaten Bogor.
Baca juga: Menguak Misteri Punden Kyai Lurah Guno Wijoyo, Jejak Klasik Hindu-Buddha di Tepian Bengawan Solo
“Delineasi diperlukan untuk memperjelas batas kawasan budaya, menentukan zona perlindungan, serta memastikan pemanfaatan situs sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini,” kata Retno.
Sinergi lintas sektor tersebut diinisiasi dan dikoordinasikan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai kementerian pengampu urusan kebudayaan, dengan melibatkan Kementerian Kehutanan karena sebagian besar situs cagar budaya berada di kawasan hutan konservasi.
Melalui kegiatan delineasi terpadu, kejelasan pembagian kewenangan antarinstansi dapat terwujud sehingga pelindungan cagar budaya dan konservasi lingkungan berjalan selaras dan berkelanjutan.
Selain menghasilkan pembaruan data dan peta batas kawasan budaya, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia. \
Mahasiswa dari bidang arkeologi dan teknik geodesi dilibatkan secara aktif untuk menerapkan pengetahuan akademik langsung di lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PENEMUAN-PUNDEN-BERUNDAK-di-bBOGOR.jpg)