Senin, 11 Mei 2026

PBNU dan Dinamika Organisasinya

Rais Aam Sudah Komunikasi dengan Gus Yahya soal Struktur PBNU: Sampeyan Jangan Tersinggung

KH Miftachul Akhyar mengatakan, sudah menyampaikan kepada Gus Yahya agar tidak merasa tersinggung dengan hasil pleno

Tayang:
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
PBNU - Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, saat ditemui usai acara doa bersama PBNU di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jumat (26/12/2025). Miftachul mengungkapkan, dia sudah berkomunikasi dengan Gus Yahya perihal struktur kepengurusan PBNU berdasarkan hasil rapat pleno di Hotel Sultan, beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • KH Miftachul Akhyar mengatakan sudah menyampaikan kepada Gus Yahya agar tidak merasa tersinggung dengan hasil pleno
  • Menurutnya, Gus Yahya harus menanti rapat pleno selanjutnya apabila tidak setuju dengan rapat pleno
  • Miftachul Akhyar kembali menegaskan, kepengurusan PBNU masih menetapkan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengungkapkan, sudah berkomunikasi dengan Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya terkait struktur kepengurusan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Hal ini menindaklanjuti hasil rapat pleno PBNU yang menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025) lalu.

KH Miftachul Akhyar mengatakan, dia sudah menyampaikan kepada Gus Yahya agar tidak merasa tersinggung dengan hasil pleno yang menetapkan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU.

Menurutnya, Gus Yahya harus menanti rapat pleno selanjutnya apabila tidak setuju dengan rapat pleno di Hotel Sultan beberapa waktu lalu itu.

"Ya, saya sudah bilang kok. 'Sampeyan (Gus Yahya) jangan tersinggung. Kalau pleno yang belum diubah ini, menanti plenonya yang datang. Ya seperti itu yang saya sampaikan," ungkap Miftachul Akhyar, kepada wartawan usai acara doa bersama PBNU di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jumat (26/12/2025).

Miftachul Akhyar kembali menegaskan, saat ini kepengurusan PBNU masih berdasarkan hasil rapat pleno yang menetapkan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum.

"Ya, hasil pleno (Hotel Sultan) kan masih belum dinasakh (dihapus), belum diralat kan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU.

Hal tersebut sebagaimana hasil rapat pleno penetapan penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). 

Rapat pleno dipimpin oleh Rais Syuriyah PBNU Mohammad Nuh. Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf tidak hadir dalam rapat pleno ini.

Mohammad Nuh menyampaikan, hasil rapat telah memutuskan Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa menjabat sebagai Pj Ketum PBNU.

Baca juga: Idrus Marham Sambut Islah PBNU: Muktamar Jalan Bermartabat Akhiri Konflik

"Yaitu penetapan pejabat Ketua Umum PBNU masa bakti sisa, sisa sekarang ini, yaitu yang mulia beliau Bapak K.H. Zulfa Mustofa," kata Mohammad Nuh, dalam konferensi pers, Selasa malam.

Nuh menuturkan, KH Zulfa Mustofa akan memimpin PBNU ke depan dan melaksanakan tugas-tugasnya hingga pelaksanaan Muktamar NU di 2026.

"Oleh karena itu, beliau akan memimpin PBNU ini sebagai pejabat Ketua Umum melaksanakan tugas-tugasnya sampai dengan Muktamar yang insyaallah akan dilaksanakan di 2026," ucap Nuh.

Isu Pemakzulan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved