Minggu, 26 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

PDIP Minta Pemerintah Terima Bantuan Asing Tangani Bencana Sumatra

Hasto meyakini, bantuan dari negara lain tersebut murni atas kesadaran hati nurani bukan berdasarkan kepentingan tertentu.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
BANJIR BANDANG SUMATRA - Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat ditemui awak media di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025). Hasto menyatakan sejatinya pemerintah terima bantuan dari negara asing untuk pemulihan bencana banjir bandang di Sumatra. 

Ringkasan Berita:
  • PDIP meminta pemerintah membuka pintu atas niatan negara-negara asing yang ingin membantu pemulihan bencana banjir bandang di Sumatra.
  • Persoalan kemanusiaan adalah perihal kebutuhan universal. 
  • Terlebih, Indonesia juga kerap memberikan bantuan hingga menurunkan pasukan apabila ada negara lain yang mengalami bencana besar.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, sejatinya pemerintah membuka pintu atas niatan negara-negara asing yang ingin membantu pemulihan bencana banjir bandang di Sumatra.

Kata Hasto, persoalan kemanusiaan adalah perihal kebutuhan universal. Terlebih, Indonesia juga kata dia kerap memberikan bantuan hingga menurunkan pasukan apabila ada negara lain yang mengalami bencana besar.

Baca juga: BNPB Sebut Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Hampir Merata, Laju Distribusi Capai 97 Persen

"Sebenarnya kemanusiaan itu universal. Kemanusiaan itu tidak berbicara tentang negara. Ketika ada warga dunia yang menjadi korban, Indonesia juga aktif membantu," kata Hasto saat ditemui awak media di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025).

Atas hal itu, dirinya berharap agar pemerintah untuk bisa menerima bantuan dari negara-negara sahabat tersebut.

Sebab Hasto meyakini, bantuan dari negara lain tersebut murni atas kesadaran hati nurani bukan berdasarkan kepentingan tertentu.

"Nah sehingga berbagai pintu-pintu kemanusiaan dari bangsa-bangsa lain itu juga sebaiknya dari apa yang dilaporkan dari tim relawan kami itu sebaiknya untuk dapat dibuka. Karena Indonesia juga aktif memberikan bantuan-bantuan ke negara-negara lain ketika rakyatnya menjadi korban," kata dia.

"Jadi universal sifatnya, tidak mengenal batas karena itu muncul dari hati nurani," tukas Hasto.

Baca juga: Anggaran untuk Bencana Sumatra Rp60 Triliun, KSP: Sudah Melebihi Bantuan Asing Tsunami Aceh 2004

Pemerintah Indonesia Tutup Bantuan Negara Lain

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia mampu menangani bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra, tanpa campur tangan pihak asing.

Prabowo dalam penyertaan terbarunya di sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025), mengaku mendapatkan tawaran bantuan dari sejumlah pemimpin negara sahabat.

“Saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam sambungan telepon tersebut, Prabowo memastikan Indonesia mampu mengatasi bencana yang sudah merenggut 1.000 nyawa ini.

"Saya bilang terima kasih konsern Anda. Kami mampu, Indonesia mampu mengatasi ini," tegasnya.

Sikap berbeda ditunjukkan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem.

Ia berulang kali menerima bantuan dari pihak asing, utamanya dari Cina dan Malaysia.

Diketahui, bencana besar melanda Sumatra akhir November–Desember 2025 akibat siklon tropis. Banjir bandang dan longsor menewaskan lebih dari 1.100 orang, ratusan ribu mengungsi, dan ribuan rumah rusak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved