Sabtu, 13 Juni 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Prabowo Baru Kunjungi Wilayah Terdampak Bencana Sumatra, Aktivis Virdian Aurellio: Itu Bare Minimum

Virdian Aurellio mendesak Presiden RI Prabowo Subianto agar berkantor di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.

Tayang:
Sekretariat Presiden
KUNJUNGI WILAYAH BENCANA - Presiden RI Prabowo Subianto mengunjungi korban bencana banjir dan longsor Sumatra pada Kamis (18/12/2025). Aktivis muda Virdian Aurellio mendesak agar Presiden RI Prabowo Subianto bersedia berkantor di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra. 
Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Aktivis muda Virdian Aurellio mendesak agar Presiden RI Prabowo Subianto bersedia berkantor di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.

Bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh telah memasuki lebih dari satu bulan, korban jiwa sudah menembus lebih dari 1.100 orang.

Selama lebih dari empat pekan berlalu setelah bencana, sejauh ini di Sumatra, sudah tiga kali Prabowo mengunjungi wilayah terdampak, sebagaimana dihimpun dari siaran pers di laman presidenri.go.id:

  1. Pada 1 Desember 2025, Prabowo tiba di Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara.
    Setelahnya, ia mengunjungi posko pengungsian di Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, lalu meninjau posko pengungsian di Desa Bambel Baru, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, serta meninjau posko kesehatan dan posko pengungsian di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara.
  2. Pada 12 Desember 2025, Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara. Kemudian, ia mengunjungi dua posko pengungsian di Provinsi Aceh, yakni Masjid Besar Al Abrar, Kabupaten Aceh Tengah dan SMPN 2 Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah di hari yang sama. 
    Selanjutnya, Prabowo tiba dengan helikopter di Lapangan Sepak Bola Bima Patra Bukit Rata, Kabupaten Aceh Tamiang dan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak bencana di kabupaten tersebut.
    Pada 13 Desember 2025, Prabowo meninjau posko pengungsian di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara.
  3. Pada 17 Desember 2025, Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat. Lalu, keesokan harinya atau pada 18 Desember 2025, Prabowo mengunjungi Posko Pengungsi yang berlokasi di SD Negeri 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat.

Meski Prabowo sudah meninjau wilayah terdampak bencana di Sumatra, Virdian mengaku mengapresiasinya tetapi juga menilai, hal tersebut masih sangat standar alias hanya mencapai bare minimum.

Menurutnya, Prabowo belum mencerminkan upaya yang maksimal atau habis-habisan dalam penanganan bencana.

"Saya apresiasi, presiden mau turun, tapi itu masalahnya masih bare minimum. Itu memang harus dilakukan. Ini belum menjadi semacam gebrakan yang all out tadi," kata Virdian, dalam program Adisty On Point yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Selasa (30/12/2025).

Selanjutnya, Virdian menyebut, seorang presiden harus bergerak cepat, sebab ada dugaan bahwa realita di wilayah terdampak bencana sangat berbeda dari saat Prabowo berkunjung.

Ada lokasi yang listriknya menyala saat Prabowo berkunjung, tetapi kembali mati setelah Prabowo pulang.

Begitu juga dengan tenda, kata Virdian, ada yang baru dibangun hanya menjelang kunjungan Prabowo.

Hal-hal ini sudah terekam dalam video yang diabadikan Virdian.

Baca juga: Curhat Bupati Aceh Utara, Keluhkan Prabowo-Gibran Tak Kunjungi Wilayahnya Pascabencana

Kata Virdian, penanganan bencana seperti ini hanya berbasis 'Asal Bapak Senang', sebuah cerminan budaya birokrasi di Indonesia di mana bawahan hanya bekerja demi menyenangkan atasan.

"Oleh karenanya kemarin ketika di Aceh saya sempat bikin satu video. Videonya di depan tenda BNPB dan satu lagi video di tempat yang desa yang memang lampunya full mati," tutur konten kreator muda sekaligus Ketua BEM Universitas Padjadjaran (UNPAD) 2022 tersebut.

"Saya mengatakan bahwa inilah pentingnya presiden harus gerak cepat di republik ini."

"Karena di republik ini orang-orangnya masih feodal. 'Asal Bapak senang.' Warga mengatakan bahwa tenda BNPB baru dibangun sehari dua hari sebelum Prabowo datang. Jumlahnya pun enggak banyak."

"Di titik mereka dua minggu tidur kedinginan dengan nyamuk berpotensi malaria, DBD dan lain sebagainya gitu.

"Lampu juga nyala, kala itu listrik, ketika Presiden Prabowo datang, ketika sudah selesai, [Prabowo] pulang, mati lagi. Ini warga yang mengatakan, videonya saya ada."

Kunjungan Saja tidak Cukup

Virdian pun menegaskan, kunjungan saja ke wilayah terdampak bencana di Sumatra tidak cukup.

Menurut Virdian, Prabowo selaku Presiden RI harus berkantor di sana, demi menunjukkan bahwa dirinya memang berpihak dan peduli kepada para korban.

Virdian juga menyentil pernyataan Prabowo yang menyebut bahwa bencana banjir dan longsor yang terjadi akhir November 2025 ini hanya berdampak di 3 provinsi dari total 38 provinsi di Indonesia.

Sehingga, dengan berkantor di wilayah terdampak bencana, kata Virdian, Prabowo tidak terkesan mengecilkan 

"Jadi enggak cukup Pak Presiden cuman berkunjung, apalagi kalau hanya seremonial," ucap Virdian.

"Pak Presiden harus nunjukin standing point sebagai pemimpin republik ini, bahwa Aceh dan/atau Sumatera Utara, Sumatra Barat, itu bukan cuma tiga dari 38 [provinsi] ya."

"Mereka juga adalah bagian penting dari Republik Indonesia. Jadi bukan cuma tiga dari 38 [provinsi], menunjukkan simbol itu, body language itu dengan kalau perlu berkantor di sana."

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung pihak-pihak yang mendesak penetapan status darurat bencana nasional untuk bencana Sumatra.

Saat itu, Prabowo memastikan pemerintah bisa mengatasi dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia juga menyebut semua kekuatan sudah dikerahkan ke lokasi bencana dan situasi kini terkendali.

"Ada yang teriak-teriak ingin ini dinyatakan bencana nasional. Kita sudah kerahkan, ini tiga provinsi dari 38 provinsi. Jadi, situasi terkendali. Saya monitor terus, ya," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Pentingnya Berkantor di Wilayah Terdampak Bencana

Virdian lantas menjelaskan pentingnya Presiden RI Prabowo Subianto berkantor di wilayah terdampak bencana, yakni untuk memonitor kinerja penanganan dan pemulihan pasca-bencana secara langsung.

Sehingga, tidak hanya mendapat laporan 'Asal Bapak Senang.'

"Karena kalaupun Bapak niatnya baik, masalahnya bawahan-bawahan Bapak ini banyak yang memang 'Asal Bapak Senang,' itu fakta," kata Virdian.

"Jadi bikinlah, Pak mereka semua kelimpungan, bikin mereka semua jadi harus ribet, harus gerak, harus kerja."

"Karena Bapak lihat langsung di sana, pembangunan jembatan, Bapak monitoring tiap hari, akses darat, pemberian beras, pemulihan pertanian, ekonomi, termasuk bagaimana mencegah bencana berikutnya yaitu adalah wabah penyakit, mafia tanah, dan kehilangan mata pekerjaan. Itu juga sama mengerikannya buat masyarakat di sana."

Update Bencana Sumatra: 1.141 Orang Tewas

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (30/12/2025) menunjukkan, ada 1.141 orang meninggal dunia, 163 orang dilaporkan hilang, dan 399.200an warga terpaksa harus mengungsi.

Bencana di Sumatra juga mengakibatkan ratusan ribu rumah, fasilitas umum, bangunan, dan tempat ibadah hancur atau mengalami kerusakan.

Rinciannya, kerusakan dialami oleh 166.925 rumah, 3.188 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 215 fasilitas kesehatan, 80 jalan, dan 34 jembatan di 52 kabupaten/kota terdampak.

(Tribunnews.com/Rizki A.) 

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved