Minggu, 26 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

54 Sekolah Rusak Berat Akibat Banjir Bandang di Sumatera, Ada yang Harus Dibangun Ulang

Mendikdasmen menyatakan saat ini pemerintah telah melakukan pendataan hingga perbaikan terhadap bangunan sekolah yang terdampak banjir Sumatera

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
BANJIR BANDANG SUMATRA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Mendikdasmen)cmenyampaikan update penanganan pascabencana banjir bandang di Sumatra di sektor pendidikan. Jumpa pers dilakukan di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Total sekolah yang terdampak banjir Sumatera berjumlah 4.149 sekolah
  • 50 lebih bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat hingga harus dilaksanakan pembangunan ulang
  • Total bangunan sekolah yang masih proses pembersihan berjumlah 587 unit

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan saat ini pemerintah telah melakukan pendataan hingga perbaikan terhadap bangunan-bangunan sekolah dasar hingga menengah pascabencana banjir bandang di Sumatera.

Abdul Muti mengatakan total sekolah yang terdampak banjir Sumatera berjumlah 4.149 sekolah.

"Yang di Aceh ada 2.756, kemudian Sumatera Barat 443, dan Sumatera Utara 950," kata Abdul Mu'ti saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2025).

Dari keseluruhan jumlah bangunan sekolah yang terdampak itu, sebanyak 81 persen sekolah di Aceh sudah kembali bisa beroperasi.

Sementara, untuk di Sumatera Utara ada 95 persen sekolah yang bisa beroperasi serta di Sumatera Barat ada 86 persen yang sudah bisa kembali beroperasi.

"Sekolah yang sudah bisa beroperasi untuk di Aceh ada 2.226 atau 81 persen, kemudian di Sumatera Barat 380 atau 86 persen, dan di Sumatera Utara 902 atau 95 persen. Total keseluruhan sekolah yang sudah bisa beroperasi 85 persen," ucap dia.

Baca juga: Update Bencana Sumatera: 1.141 Orang Meninggal Dunia, 163 Masih Hilang

Hanya saja kata Mu'ti, masih ada sebanyak 50 lebih bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat hingga harus dilaksanakan pembangunan ulang.

Kata dia, pembangunan akan langsung dilakukan secara cepat pemerintah karena sejatinya proses belajar mengajar di tiga provinsi tersebut akan kembali dimulai pada 5 Januari 2026.

Sebagai salah satu opsi, pemerintah kata Mu'ti telah menyediakan tenda sementara guna menampung para siswa untuk bisa belajar nantinya.

"Masih ada 54 yang memang belum bisa kita gunakan karena kerusakan yang sangat serius, bahkan sebagian sekolah memang sudah rusak total sehingga mereka harus belajar di tenda dan sudah kita siapkan 54 tenda, (rinciannya) 14 di Aceh, 21 di Sumatera Barat, dan 19 di Sumatera Utara," ucap dia.

Baca juga: PMI Salurkan 120 Ribu Pakaian untuk Korban Banjir di Sumatera dan Aceh

"Kemudian untuk proses pembangunan kembali itu, sekolah-sekolah yang rusak, kami prioritaskan untuk mendapatkan dana revitalisasi tahun 2026, dan memang prosesnya akan bervariasi menurut tingkat kerusakan sekolah, karena beberapa memang ada yang sekolahnya sudah hilang semuanya, dan itu harus direlokasi di tempat yang baru," sambung Abdul Mu'ti.

Selanjutnya untuk bangunan sekolah yang masih dalam proses pembersihan kata dia ada 516 sekolah di Aceh, 42 di Sumatera Barat, dan 29 di Sumatera Utara. 

Sehingga total bangunan sekolah yang masih proses pembersihan ada 587, yang dimana prosesnya itu dikerjakan langsung oleh TNI-Polri, BNPB, hingga pemerintahan daerah setempat.

"Yang proses pembersihan kami sampaikan terus kami lakukan karena memang tingkat kerusakan dan juga dampak dari banjir itu sangat berat, sehingga karena itu prosesnya membutuhkan waktu yang lebih lama dari sekolah-sekolah yang lainnya," tandas Abdul Mu'ti.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved