Profil dan Sosok
Profil Ayahwa, Bupati Aceh Utara Berani Sindir Prabowo, Eks Komandan GAM Protes Penanganan Bencana
Berikut profil Ismail A Jalil alias Ayahwa, Bupati Aceh Utara yang jadi bahan perbincangan karena berani sindir Presiden Prabowo.
Ringkasan Berita:
- Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil alias Ayahwa menjadi sorotan setelah menyindir Presiden Prabowo karena belum mengunjungi Aceh Utara yang terdampak bencana.
- Ayahwa merupakan mantan Komandan GAM yang beralih ke politik, pernah menjabat Ketua DPRD Aceh Utara dan anggota DPRA sebelum terpilih sebagai bupati periode 2025–2030.
- Berdasarkan LHKPN, total harta kekayaan Ayahwa per 2023 tercatat sekitar Rp5,28 miliar.
TRIBUNNEWS.COM - Berikut profil Ismail A Jalil alias Ayahwa, Bupati Aceh Utara.
Bupati Ayahwa menjadi bahan perbincangan karena berani sindir Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan bencana di wilayahnya.
Sindiran tersebut ia sampaikan saat mengikuti rapat koordinasi pimpinan DPR RI bersama Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pasca Bencana bersama kementerian dan lembaga terkait serta kepala daerah terdampak di Aceh, Selasa (30/12/2025).
Menurut Bupati Ayahwa, selama ini Presiden Prabowo hanya mengunjungi beberapa daerah, seperti Aceh Tamiang dan Aceh Tengah.
"Mungkin di Aceh Utara selama ini Pak Presiden selalu ke Tamiang dan Takengon Aceh Tengah dan juga hadir di Pidie Jaya. Termasuk Wapres," kata Bupati Ayahwa dalam rapat tersebut yang disiarkan melalui YouTube DPR RI, Senin (29/12/2025).
"Lagi kita undang," kata Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, yang memimpin rapat tersebut.
Bupati Ayahwa menyayangkan absennya Presiden Prabowo mengunjungi daerahnya. Sebab, Aceh Utara juga termasuk kabupaten yang terdampak.
"Tapi di Aceh Utara kayaknya kek mana saya rasa, apa enggak tahu ada banjir," ujarnya.
Bupati Ayahwa mengakui, wilayahnya tidak bisa diviralkan karena akses komunikasi terputus total.
Di awal bencana, ia hanya bisa melihat rumah, tempat ibadah, hingga warganya hanyut disapu banjir.
"Di Aceh Utara 27 kecamatan yang terdampak 25 kecamatan. Kami sinyal tidak ada. Telkom mati. Makanya tidak viral."
"Kami hanya bisa melihat di atap meunasah. Tapi kami tidak bisa memviralkan," tambahnya.
Bupati Ayahwa turut menyampaikan, dirinya pernah nangis-nangis ke demi bisa mendapatkan bantuan pesawat.
Sarana transportasi udara itu sangat diperlukan menyalurkan bantuan logistik karena akses di Aceh Utara terputus.
"Saya pernah menangis-nangis. minta pesawat untuk mengirim logistik kepada tempat-tempat yang terisolir," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Depan-Dasco-Bupati-Aceh-Utara-Curhat-Pernah-Nangis-nangis-Minta-Pesawat-Kirim-Bantuan-Korban-Banjir.jpg)