KSP Muhammad Qodari: Presiden Prabowo Kompeten
Muhammad Qodari menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang sangat kompeten.
Ringkasan Berita:
- Kepala KSP Muhammad Qodari menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang sangat kompeten
- Qodari pun membeberkan serangkaian alasan dan bukti konkret yang mendukung apa yang disampaikannya itu
- Bukti kompetensi terbesar adalah eksekusi program-program besar yang telah berjalan dalam waktu kurang dari setahun
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang sangat kompeten.
Pernyataan ini disampaikannya menanggapi sejumlah kritik yang meragukan kompetensi sang Presiden ke-8 RI itu.
Hal itu disampaikan Qodari saat sesi wawancara khusus dengan Tribunnnews.com di Studio Tribun, Palmerah, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
“Sebetulnya sebaliknya, Presiden Prabowo sangat kompeten,” tegas Qodari.
Alasan Qodari
Qodari pun membeberkan serangkaian alasan dan bukti konkret yang mendukung apa yang disampaikannya itu.
Merunut dari perjalanan karier hingga capaian program pemerintahan dalam waktu singkat.
Pertama, kata dia, menekankan latar belakang pendidikan Presiden Prabowo sebagai lulusan Akademi Militer.
“Untuk masuk Taruna Akademi Militer susah loh. Seleksinya ketat sekali. Pasti kompeten secara fisik, mental, intelektual. Kalau enggak, gak bisa masuk,” ujarnya.
Kedua, Qodari menyebut karier cemerlang Prabowo di militer, mulai dari Komandan Kopassus hingga Pangkostrad, menjadi bukti kemampuannya memimpin organisasi besar.
“Artinya apa? Beliau sudah pernah memimpin organisasi yang sangat besar. Bukan cuma memimpin, tapi juga mengembangkan skill, peralatan, dan organisasi,” ujar Qodari.
Ketiga, setelah pensiun dari militer, kata Qodari, Prabowo membuktikan kompetensinya di bidang lain. Ia menjadi pengusaha sukses, lalu mendirikan Partai Gerindra dari nol hingga menjadi tiga besar di Indonesia.
“Beliau memahami pekerjaan-pekerjaan yang harus dikerjakan dalam membangun suatu institusi. Bisa membagi tugas, membagi peran, menunjuk orang-orang yang capable,” jelasnya.
Hal keempat, Qodari mengatakan soal pengalaman Prabowo sebagai Menteri Pertahanan di kabinet era Presiden Joko Widodo juga sebagai bukti kompetensi.
“Mampu mengidentifikasi kekurangan yang ada, mampu membaca situasi dan kondisi,” tambahnya.
Hal kelima, Qodari menekankan bukti kompetensi terbesar adalah eksekusi program-program besar yang telah berjalan dalam waktu kurang dari setahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Indo-Barometer-M-Qodari-Bicara-Dinamika-Politik-Calon-Menteri_20241015_214149.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.