Kamis, 30 April 2026

Kondisi Mata Gibran Disebut Ptosis oleh Tompi, Dokter Tifa: Ada Kaitan dengan Kesehatan Mental

Dokter Tifa menanggapi kondisi fisik Gibran yang dijadikan materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono dan belakangan dikoreksi Tompi.

Tayang:
Sekretariat Wakil Presiden RI
GIBRAN DIROASTING PANDJI - Dalam foto: Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat menyampaikan pidato pada sesi kedua KTT G20 Di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11/2025) waktu setempat. Dokter Tifauzia Tyassuma menanggapi kondisi mata Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang sempat dibahas oleh komika Pandji Pragiwaksono. 

Ringkasan Berita:
  • Kondisi mata Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka  yang terkesan selalu mengantuk sempat dijadikan bahan roasting stand-up comedy dari komika Pandji Pragiwaksono.
  • Belakangan, kondisi Gibran itu diungkap Dokter Tompi sebagai kondisi yang disebut ptosis dan tidak semestinya dijadikan bahan lelucon.
  • Dokter Tifa mengungkap, ada jurnal kesehatan yang menunjukkan bahwa ptosis erat kaitannya dengan gangguan kesehatan mental.

 

TRIBUNNEWS.COM - Dokter Tifauzia Tyassuma menanggapi kondisi mata Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang sempat dibahas oleh komika Pandji Pragiwaksono.

Dalam gelaran stand-up comedy atau lawak tunggal bertajuk Mens Rea yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta Pusat Sabtu (30/8/2025) lalu, Pandji melontarkan roasting atau menjadikan Gibran sebagai bahan leluconnya.

Awalnya, Pandji menyinggung alasan warga memilih calon pemimpin, yang berkaitan dengan kondisi fisik.

"Ada yang memilih pemimpin berdasarkan tampang, banyak! 'Ganjar ganteng, ya', 'Anies manis, ya', 'Prabowo gemoy, ya'," tutur Pandji di atas panggung, sebagaimana dikutip dari penggalan video stand-up comedy-nya yang viral di media sosial.

Lalu, Pandji membahas kondisi Gibran yang, menurutnya, matanya kerap terlihat mengantuk di berbagai kesempatan.

"Atau wakil presidennya; 'Gibran ngantuk ya.' Salah nada, salah nada. Maaf, Gibran ngantuk, ya? Ya kayak orang ngantuk dia ya," ucap Pandji sembari menirukan gestur anak sulung mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu, yang juga langsung disambut gelak tawa para penonton.

Roasting Pandji terhadap Gibran terkait kondisi mata ini pun sempat mendapat kritikan dari penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Teuku Adifitrian alias Tompi.

Dalam unggahan di akun Instagram @dr_tompi pada Sabtu (3/1/2026) lalu, Tompi menegaskan bahwa menertawakan kondisi fisik seseorang bukan lah bahan bercandaan yang sehat dan cerdas. 

Lalu, Tompi menjelaskan, kondisi yang membuat seseorang terlihat mengantuk, seperti yang dialami Gibran pada matanya, disebut ptosis.

 Kondisi tersebut bisa bersifat bawaan dan tidak semestinya dijadikan bahan lelucon. 

"Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas. Apa yang terlihat "mengantuk" pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON," tulis Tompi dalam unggahannya. 

Baca juga: Sebut Jokowi Mengalami Mental Pressure, Dokter Tifa: Memikirkan Keselamatan Politik Anak-anaknya

Lantas, Tompi menegaskan ruang publik tetap terbuka untuk kritik, satire dan humor, tetapi menurutnya, merendahkan kondisi fisik seseorang justru menunjukkan kemalasan berpikir. 

"Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah, namun merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir. Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya."

Meskipun melontarkan kritik, Tompi tetap mengapresiasi keseluruhan materi stand-up comedy Pandji dalam Mens Rea

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved