Kasus Dugaan Korupsi di Kemendikbud
Nadiem Makarim Menangis Bertemu Sahabatnya Seorang Driver Ojol Setelah Sidang Kasus Chromebook
Nadiem Makarim tak kuasa menahan tangis saat bertemu dengan seorang pengemudi ojek online dari Gojek, perusahaan yang sempat dipimpinnya dulu.
Ringkasan Berita:
- Nadiem Makarim tak kuasa menahan tangis saat bertemu dengan seorang pengemudi ojek online
- Nadiem Makarim menoleh ke arah driver Ojol yang memanggilnya
- Mulyono berharap Nadiem bisa bebas dari kasus hukum yang tengah menjeratnya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim tak kuasa menahan tangis saat bertemu dengan seorang pengemudi ojek online (ojol) dari "Gojek", perusahaan yang sempat dipimpinnya dulu.
Momen itu berlangsung setelah Nadiem menjalani sidang Nadiem Makarim terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Pantauan Tribunnews.com sekira pukul 15.55 WIB, setelah menjalani sidang, Nadiem Makarim keluar dari ruang sidang mengenakan kemeja berwarna cokelat dibalut rompi merah khas tahanan Kejaksaan.
Ia berjalan menuju ke mobil tahanan dikawal beberapa petugas Kejaksaan.
Nadiem berjalan di tengah kerumunan orang yang berusaha menyapanya.
Baca juga: Kapasitas Ruangan Terbatas, Belasan Pengunjung Mengantre Jelang Sidang Lanjutan Nadiem Makarim
Namun, ada seseorang yang mengenakan jaket ojol berwarna hijau bertuliskan "Gojek" memanggil-manggil Nadiem Makarim dengan panggilan yang terdengar akrab.
"Nadiem.. Nadiem.. Dim," ucap pria dari kejauhan.
Mendengar hal itu, Nadiem Makarim merasa terpanggil dan seketika menoleh ke arah suara itu berasal.
Sesaat setelah melihat siapa sosok yang memanggil-manggil namanya tersebut, Nadiem menghentikan langkahnya.
Baca juga: Nadiem Makarim Cium Tangan Sang Ayah Jelang Sidang Korupsi Kasus Chromebook
Nadiem dan pria berambut cepak itu sontak berpelukan dengan erat sambil merekatkan kepala mereka.
Keduanya menangis, mimik wajah Nadiem sangat jelas menunjukkan perasaan sedih sekaligus terharu yang tengah dia rasakan.
Beberapa waktu kemudian, sambil menunjukkan gesture tangan namaste, Nadiem yang masih menangis bergegas masuk ke mobil tahanan warna hijau tua.
Saat ditemui tepat setelah momen haru itu berlangsung, pria yang berpelukan hingga membuat Nadiem menangis itu bernama Mulyono (58).
Ia merupakan seorang pengemudi ojol dari perusahaan yang pernah dipimpin Nadiem Makarim beberapa tahun silam.
Mulyono mengatakan, dia dan Nadiem sama-sama saling mengenal akrab sejak merintis Gojek bersama.
"Karena saya ini merintis dari awal di Gojek dengan beliau (Nadiem Makarim). Kebetulan kenal dengan Nadiem ini ketika dia datang ke pangkalan," ungkap Mulyono kepada Tribunnews.com, Kamis.
Menurutnya, gaya hidup Nadiem yang sederhana tak pernah berubah sejak awal dia mengenal mantan Mendikbudristek itu.
Ia mengaku sedih melihat Nadiem terjerat kasus hukum.
"Jadi saya itu punya histori tersendiri dengan Nadiem. Kita dulu merintis bareng-bareng, betapa susahnya dulu kita awal-awal Gojek di 2010. Makanya sedih saya kalau lihat Nadiem begini," katanya.
"(Nadiem) selalu ingat (Mulyono). Pastilah. Karena sampai saat ini saya juga masih di ojol. Dari 2010 saya kenal beliau. Orangnya sangat sederhana pola hidupnya, sampai saat ini," jelasnya.
Lebih lanjut, Mulyono mengaku tak heran melihat Nadiem menangis saat bertemu dengannya.
"Dia setiap lihat saya pasti nangis. Karena ya 15 tahun lah saya kenal beliau yang menurut saya cukup akrab," ucap Mulyono.
"Dia menjadi menteri pun tidak pernah melupakan saya, biar kata hanya WhatsApp, japri menanyakan kabar, itu yang saya kenal dari beliau sampai saat ini," sambungnya.
Selanjutnya, Mulyono berharap Nadiem bisa bebas dari kasus hukum yang tengah menjeratnya.
Ia menilai, hal itu bukan hanya harapan dia seorang, tapi juga dari semua pengemudi ojek online.
"Harapan saya itu (Nadiem bebas). Mungkin harapan semua teman-teman ojol, karena kalau enggak ada Nadiem, mungkin enggak ada ojol," ucapnya.
Nadiem Makarim Jalani Sidang Lanjutan
Nadiem Makarim menjalani sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikburistek 2019-202, ruang sidang Hatta Ali, Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Sidang kali ini beragenda pembacaan tanggapan atas nota keberatan atau eksepsi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Nadiem Makarim didakwa merugikan keuangan negara Rp 2,1 triliun.
Perhitungan kerugian negara Rp 2,1 triliun ini berasal dari angka kemahalan harga Chromebook sebesar Rp 1.567.888.662.716,74 (1,5 triliun) dan pengadaan Chrome Device Management (CDM) yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat sebesar Rp 621.387.678.730 (621 miliar).
Dalam pengadaan Chromebook jaksa menyebut Nadiem memperkaya diri sendiri sebesar Rp 809 miliar.
Atas perbuatannya Nadiem Makarim didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Dalam bantahannya, Nadiem mengaku kekayaannya menyusut.
Ia mengaku pada tahun 2022 kekayaannya menyentuh Rp 4,8 triliun dan di tahun 2024 kekayaannya menurun menjadi Rp 600 miliar.
"Selama 5 tahun mengabdi sebagai menteri justru kekayaan saya menyusut. Hilanglah kesempatan saya untuk mendapatkan saham tambahan yang diberikan kepada para pimpinan Gojek setelah saya keluar. Hilanglah gaji besar saya," kata Nadiem saat membacakan eksepsi dalam sidang pada 5 Januari 2026.
Nadiem pun menyinggung dakwaan yang menyebut dirinya memperkaya diri Rp 809 miliar.
Hal itu disebutnya atas dasar LHKPN pada tahun 2022 yang mencatat adanya perolehan harta jenis surat berharga sebesar Rp 5,5 triliun.
"Dakwaan ini sangat membingungkan bagi saya. Pertama saya bingung karena di satu bagian dakwaan yang menyebut saya menerima aliran dana, dan di bagian lain dakwaan yang disebut sebagai bukti memperkaya diri adalah peningkatan surat berharga. Apakah tuduhannya saya menerima uang atau menerima surat berharga? Bingung saya," kata Nadiem.
Lanjut dia, dakwaan jaksa menjadi tidak cermat karena tidak menjelaskan secara lengkap sumber dari kekayaannya, yang dengan sangat mudah bisa didapatkan dari pelaporan pajak.
"Kekayaan saya hanya ada satu sumber utama, yaitu nilai saham saya di PT AKAB. Peningkatan surat berharga di LHKPN 2022 murni disebabkan harga saham GoTo yang melambung saat IPO ke kisaran harga Rp 250-300 per saham," kata Nadiem.
Diterangkannya kekayaannya tercatat di 2022 sebesar Rp 4,8 triliun.
Pada 2023, saat kisaran harga saham GoTo drop ke sekitar Rp 100, total kekayaannya pun turun drastis ke Rp 906 miliar.
"Di tahun 2024, dimana kisaran harga GoTo drop lagi ke Rp 70-80 per saham, kekayaan saya turun lagi ke Rp 600 miliar. Siapapun dengan kalkulator bisa menghitung kekayaan saya, karena bertumpu kepada satu angka saja harga saham GoTo yang terbuka untuk publik," ucap Nadiem.
Nadiem mengatakan dakwaan terhadap dirinya tidak menjelaskan apa hubungannya transaksi Rp 809 miliar dengan laporan kekayaannya.
"Karena memang faktanya tidak ada hubungan. Sekali lagi, dakwaan ini tidak jelas dan cermat karena tidak memuat kausalitas antara satu fakta dan fakta lainnya," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Nadiem-Makarim-berpelukan-dengan-Mulyono.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.