Program Makan Bergizi Gratis
Riezka Rahmatiana Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan Catering di China
Pengusaha swasta Riezka Rahmatiana yang mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk mengelola dapur Program Makan Bergizi (MBG).
Ringkasan Berita:
- Riezka Rahmatiana menandatangani kerja sama dengan perusahaan catering di Shenzhen, Tiongkok, untuk meningkatkan kapasitas dan standar pengelolaan dapur Program Makan Bergizi (MBG) di Indonesia.
- Perusahaan tersebut mampu memproduksi hingga 300 ribu porsi per hari dan memiliki sistem keamanan pangan serta teknologi produksi berbasis AI.
- Kerja sama ini disiapkan sebagai langkah pengembangan dapur MBG di Indonesia guna mengantisipasi penambahan porsi dan titik layanan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pengusaha swasta Riezka Rahmatiana menandatangani kontrak kerja sama dengan salah satu perusahaan catering di Kota Shenzhen, Tiongkok, Minggu (11/1/2026).
Perusahaan catering yang digandeng diketahui mampu memproduksi hingga 300 ribu porsi makanan per hari dari satu dapur produksi.
Riezka mengatakan, sebelum berangkat ke China, dirinya telah melakukan komunikasi awal dengan pihak perusahaan.
Kapasitas produksi serta rekam jejak keamanan pangan menjadi pertimbangan utama.
Riezka yang saat ini mendapatkan kerja sama dan kepercayaan dari berbagai kliennya untuk menyediakan layanan catering minimal 20 ribu porsi setiap hari, merasa tertantang meningkatkan kelas bisnis cateringnya agar mampu menjaga kualitas dengan baik kendati pesanan meningkat.
Riezka tidak mau setengah-setengah, makannya Ia ingin belajar dan melakukan kerja sama untuk mengembangkan bisnis cateringnya.
"Yang sudah berjalan saat ini adalah orderan menyediakan 20 ribu porsi setiap hari, khawatir ke depan akan mendapatkan amanah yang lebih banyak lagi, makannya kita belajar dengan dapur yang sudah produksi 300 ribu porsi tiap harinya di satu dapur," ujar Riezka dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Setelah melakukan tur ruangan di seluruh bagian tempat catering, Riezka merasa berkesan dengan apa yang Ia lihat.
Ia menyebut fasilitas tersebut memiliki standar kebersihan tinggi, termasuk kewajiban penggunaan alat pelindung diri bagi seluruh pekerja.
“Setiap pekerja menggunakan APD lengkap. Kebersihan menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Selain itu, dapur tersebut dilengkapi laboratorium untuk pengujian bahan makanan dan kandungan nutrisi sebelum dimasak. Proses produksi juga didukung mesin berteknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
“Mesin penanak nasi di sana bisa memproduksi sekitar 6.000 porsi dalam satu jam dengan satu operator karena sudah menggunakan AI,” jelasnya.
Ia menambahkan, tenaga kerja dalam jumlah besar baru digunakan pada tahap penataan makanan dan pengemasan.
Sebelum penandatanganan kerja sama, rombongan juga mencicipi menu yang diproduksi di dapur tersebut.
Hal itu dilakukan untuk memastikan rasa dan kelayakan konsumsi.
Baca juga: Tips Bertahan di Industri Kreatif Ala Pebisnis Muda Riezka Rahmatiana
Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung rencana pembangunan dapur catering berstandar serupa di Indonesia dalam waktu dekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pengusaha-swasta-Riezka-Rahmatiana.jpg)