Prabowo: Jangan Percaya Sama Orang Terlalu Pintar Ngomong di Sosmed
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan opini-opini yang beredar di media sosial
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan opini-opini yang beredar di media sosial
- Prabowo menegaskan pemerintahannya bekerja solid dan kompak, berbeda dengan narasi yang sering muncul di media sosial
- Menurutnya, publik harus tetap fokus pada fakta-fakta kemajuan yang dapat diukur, bukan opini yang berseliweran
TRIBUNNEWS.COM, BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan opini-opini yang beredar di media sosial, terutama dari pihak yang ia sebut “terlalu pintar” namun kerap memecah belah.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan di Sekolah Rakyat Terpadu, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Prabowo: Saya Orang Banyumas, Beda dengan Orang Solo
Prabowo menegaskan pemerintahannya bekerja solid dan kompak, berbeda dengan narasi yang sering muncul di media sosial.
“Jangan percaya orang yang terlalu pintar ya yang ngomong di sosmed menganalisa terjadi sesuatu perpecahan di antara lingkungannya Prabowo, ah seru,” ujar Prabowo.
Ia mengatakan dirinya justru membaca narasi-narasi tersebut sebagai hal yang mengada-ada dan sama sekali tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di dalam pemerintahan.
“Saya sendiri tertarik, dari mana ini? Tapi nggak kompak saya merasa kerja keras, kompak. Kompak tembok yang luar biasa sehingga kita mencapai keberhasilan demi keberhasilan,” ucapnya.
Prabowo menyampaikan bahwa banyak pihak di media sosial sengaja menyebarkan sinisme dan pesimisme. Ia pun meminta masyarakat tidak terpengaruh.
Baca juga: Prabowo Janji Buka Kampus Kedokteran & Teknik Gratis: Saya Ingin Anak Pemulung Bisa Jadi Insinyur
“Ada yang mengejek saya, saya tahu, sebetulnya nggak banyak, segelintir orang saja. Hanya dia mungkin punya uang, dia punya sarana, dia bisa menyebarkan sinisme, pesimisme,” jelasnya.
Menurutnya, publik harus tetap fokus pada fakta-fakta kemajuan yang dapat diukur, bukan opini yang berseliweran.
“Kita harus bangga dengan prestasi, kita harus bangga dengan bukti. Tidak boleh kita tidak mengerti keberhasilan kita,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prabowo-sekolah-rakyat-ajs.jpg)