6 Cara Cegah Child Grooming: Edukasi Anak, Pengawasan Orang Tua & Peran Sekolah
Cara cegah child grooming pada anak pemberian edukasi seks sejak dini, pengawasan orang tua, peran sekolah hingga waspada grooming di dunia daring.
Ringkasan Berita:
- Masalah child grooming ramai dibicarakan warganet di media sosial.
- Child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan oleh orang dewasa untuk membangun hubungan emosional dengan anak dengan tujuan mengeksploitasi mereka secara seksual.
- Cara cegah child grooming pada anak pemberian edukasi seks sejak dini, pengawasan orang tua, peran sekolah hingga waspada grooming di dunia daring.
TRIBUNNEWS.COM - Baru-baru ini jagad media sosial dihebohkan dengan buku karya salah satu publik figur Indonesia yang mengaku mengalami child grooming saat remaja.
Perbincangan tentang masalah child grooming pun tiba-tiba ramai dibicarakan warganet di media sosial.
Lantas, apa itu child grooming?
Child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan oleh orang dewasa untuk membangun hubungan emosional dengan anak dengan tujuan mengeksploitasi mereka secara seksual.
Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam jurnal Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (2024) dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, grooming dilakukan dengan cara mendekati anak, membangun kepercayaan, dan menciptakan ikatan emosional sehingga anak merasa nyaman lalu dimanfaatkan untuk kepentingan pelaku.
Fenomena ini semakin marak seiring perkembangan teknologi digital, di mana pelaku dapat dengan mudah mendekati anak melalui media sosial, permainan daring, atau aplikasi percakapan.
Child grooming bisa terjadi karena adanya kerentanan anak yang masih dalam masa perkembangan, belum mampu mengambil keputusan secara matang, dan sering kali membutuhkan bimbingan orang dewasa.
Menurut Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, pengakuan “suka sama suka” dari anak tidak bisa dianggap sah dalam kasus ini, karena anak belum memiliki kapasitas penuh untuk memberikan persetujuan.
Selain itu, faktor lemahnya pengawasan orang tua, kurangnya edukasi seks sejak dini, serta akses anak terhadap dunia maya tanpa kontrol menjadi pintu masuk bagi predator untuk melakukan manipulasi.
Ciri-ciri anak yang mengalami child grooming dapat terlihat dari perubahan perilaku seperti menjadi lebih tertutup, sering berkomunikasi dengan orang asing secara rahasia, serta menerima hadiah atau perhatian berlebih dari pihak yang tidak dikenal.
Bahkan hingga dapat menunjukkan tanda trauma psikologis seperti kecemasan, ketakutan, atau menarik diri dari lingkungan sosial.
Baca juga: Aurelie Moeremans Bersyukur Dapat Dukungan Warganet usai Curhatannya Alami Child Grooming Viral
Dalam kasus yang lebih serius, anak bisa mengalami stres pasca trauma, gangguan emosi, bahkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri.
Hal ini menjadi bukti yang menunjukkan dampak grooming terhadap fisik dan mental anak.
Oleh karenanya, pencegahan child grooming harus dilakukan secara komprehensif.
Selengkapnya, simak cara cegah child grooming pada anak yang Tribunnews.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini.
Cara Mencegah Child Grooming
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mpls-hari-pertama-masuk-sekolah-tahun-ajaran-20242025_20240715_235743.jpg)