Sabtu, 25 April 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Tahun 2026, Mendikdasmen Prioritaskan Perbaikan Sekolah di Lokasi Bencana Sumatera

Pemerintah saat ini masih melakukan pendataan dan penghitungan kebutuhan revitalisasi sekolah di wilayah bencana.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
REVITALISASI SEKOLAH - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat menghadiri acara Revitalisasi Sekolah se-Tangerang Raya di SD Ruhama Labschool UHAMKA, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (14/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti memastikan sekolah yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera menjadi prioritas utama dalam program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026
  • Pemerintah saat ini masih melakukan pendataan dan penghitungan kebutuhan revitalisasi sekolah di wilayah bencana
  • Seluruh sekolah yang terdampak bencana baik dengan kategori rusak ringan, sedang, maupun berat akan diprioritaskan masuk program revitalisasi tahun depan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan sekolah yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera menjadi prioritas utama dalam program perbaikan atau revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026.

Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah saat ini masih melakukan pendataan dan penghitungan kebutuhan revitalisasi sekolah di wilayah bencana.

Pendataan ini dibahas tim lintas kementerian yang diketuai Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

"Ini sedang kami hitung tim yang diketuai oleh Pak Mendagri, Pak Tito Karnavian. Beliau ketuanya dan kami juga beberapa kali rapat," ujar Abdul Mu’ti saat menghadiri acara Revitalisasi Sekolah se-Tangerang Raya di SD Ruhama Labschool UHAMKA, Tangerang Selatan, Rabu (14/1/2026).

Tokoh Muhammadiyah ini mengatakan seluruh sekolah yang terdampak bencana baik dengan kategori rusak ringan, sedang, maupun berat akan diprioritaskan masuk program revitalisasi tahun depan.

"Intinya bahwa semua sekolah yang terdampak, baik yang rusak ringan, sedang, maupun berat akan diprioritaskan untuk revitalisasi tahun 2026," katanya. 

60 Ribu Satuan Pendidikan

Pemerintah berencana melakukam revitalisasi nasional sebanyak 60 ribu satuan pendidikan. 

Abdul Mu'ti mengatakan Pemerintah mengalokasikan 11 ribu sekolah untuk wilayah terdampak bencana.

"Itu justru sebelum 60.000 pun sudah kami alokasikan dari yang 11.000. Jadi yang 11.000 kami alokasikan prioritas untuk daerah terdampak bencana," jelasnya.

Sementara itu, tambahan revitalisasi di luar wilayah bencana akan diarahkan ke daerah lain. 

Revitalisasi ini untuk sekolah yang masih memungkinkan menjalankan pembelajaran dengan kondisi sarana prasarana yang ada.

"Tambahannya nanti bisa untuk wilayah-wilayah lain yang memang masih bisa bertahan dengan kondisi yang ada," kata Abdul Mu’ti.

SEKOLAH TERDAMPAK BANJIR – Kepala sekolah bersama guru melakukan pembersihan lumpur di SDN 2 Kutablang, Bireuen, Aceh, pasca-banjir Sumatera, Kamis (11/12/2025). Pemerintah menyiapkan Rp13,3 miliar, sementara solidaritas akademik tumbuh menjaga ekosistem belajar tetap berjalan.
SEKOLAH TERDAMPAK BANJIR – Kepala sekolah bersama guru melakukan pembersihan lumpur di SDN 2 Kutablang, Bireuen, Aceh, pasca-banjir Sumatera, Kamis (11/12/2025). Pemerintah menyiapkan Rp13,3 miliar, sementara solidaritas akademik tumbuh menjaga ekosistem belajar tetap berjalan. (Serambinews.com)

Fokus revitalisasi 2026, kata Abdul Mu'ti, adalah perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan signifikan, bukan sekadar renovasi kecil.

"Prioritas kami 2026 adalah sekolah yang memang rusak, bukan sekolah yang misalnya penambahan-penambahan atau rehab-rehab kecil. Karena kalau rehab kecil bisa dengan dana BOS, tidak perlu dari revitalisasi," pungkasnya.

Capaian program revitalisasi sekolah secara nasional pada tahun 2025. Dengan anggaran sebesar Rp16,9 triliun, pemerintah telah melakukan revitalisasi terhadap 16.170 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved