Jumat, 12 Juni 2026

PII Minta Pemda Siapkan Jalur Evakuasi Waspadai Ancaman Banjir dan Longsor di Jawa

PII mengingatkan pemerintah daerah untuk segera menyiapkan jalur evakuasi sebagai langkah antisipasi dampak curah hujan tinggi

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
BMKG
JALUR EVAKUASI - Potret Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon Tropis 3S yang diinformasikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi Kamis besok/HO-BMKG 

Ringkasan Berita:
  • PII minta daerah siapkan jalur evakuasi hadapi cuaca ekstrem.
  • Kesiapsiagaan harus berbasis peta risiko bencana.
  • Curah hujan ekstrem dampak perubahan iklim, mitigasi jadi kunci.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengingatkan pemerintah daerah untuk segera menyiapkan jalur evakuasi sebagai langkah antisipasi dampak curah hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor di Pulau Jawa.

Peringatan ini disampaikan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan potensi hujan lebat hingga awal 2026, disertai risiko cuaca ekstrem, siklon, dan gelombang tinggi.

Ketua Badan Kebencanaan dan Perubahan Iklim (BKPI) PII, Prof. Ir. I Wayan Sengara menegaskan bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas utama dalam pengurangan risiko bencana.

“Salah satu komponen penting dalam pengurangan risiko bencana adalah penyelamatan publik saat kondisi darurat, termasuk penyediaan jalur evakuasi dan fasilitas evakuasinya,” ujar Prof. Wayan kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Menurut Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB tersebut, kesiapsiagaan bencana harus berbasis pada pemetaan bahaya dan tingkat risiko bencana yang akurat. 

Pemetaan ini diharapkan tersedia di tingkat pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Untuk wilayah dengan risiko bencana tinggi, ruang terbuka, jalur evakuasi, dan bangunan evakuasi harus tersedia dan disosialisasikan kepada masyarakat yang berpotensi terdampak,” kata Wayan.

Wayan menambahkan, fasilitas evakuasi seharusnya menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur nasional, sebagaimana pembangunan infrastruktur lainnya. Fasilitas tersebut juga dapat dirancang untuk menghadapi berbagai jenis potensi bencana sekaligus.

Namun, apabila jalur dan bangunan evakuasi belum tersedia, Prof. Wayan meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap peringatan dini dari BMKG dan pemerintah.

“Masyarakat diharapkan dapat mengidentifikasi jalur dan tempat evakuasi berbasis komunitas setempat,” ujarnya.

Sementara itu, ahli kebencanaan dan kegunungapian sekaligus Anggota BKPI PII, Dr. Surono, menilai curah hujan di atas normal yang melanda Pulau Jawa merupakan dampak nyata perubahan iklim.

“Perubahan iklim ini harus diantisipasi. Kalau tidak, dampaknya bisa ke mana-mana. Pilihannya hanya dua: mitigasi dan adaptasi,” ujar Surono yang akrab disapa Mbah Rono.

Dia menekankan pentingnya pemerintah dan masyarakat terus memantau prakiraan cuaca BMKG sebagai langkah mitigasi awal. 

Selain itu, pemerintah daerah diminta menyediakan peta kerawanan bencana dan peta geologi agar wilayah rawan longsor dapat diantisipasi lebih dini.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved