Jumat, 1 Mei 2026

Di Aksi Kamisan Ke-893, Hindia Sentil Fans yang Masih Apatis soal Isu HAM

Musisi Baskara Putra atau Hindia Aksi Kamisan ke-893 di Taman Pandang Istana Presiden Jakarta hari ini.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
AKSI KAMISAN - Musisi Baskara Putra atau Hindia menyampaikan refleksi dalam Aksi Kamisan ke-893 yang bertepatan dengan peringatan 19 tahun Aksi Kamisan di Taman Pandang Istana, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). (Tribunnews/Alfarizy) 

Ringkasan Berita:
  • Musisi Baskara Putra atau Hindia ikut serta dalam Aksi Kamisan ke-893 di Taman Pandang, depan kompleks Istana Presiden Jakarta hari ini
  • Dalam kesempatan itu, Hindia menyentil sikap apatis sebagian anak muda terhadap isu hak asasi manusia (HAM)
  • Ia mengaku pertama kali mengetahui Aksi Kamisan saat masih duduk di bangku SMP

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Musisi Baskara Putra atau Hindia menyentil sikap apatis sebagian anak muda terhadap isu hak asasi manusia (HAM).

Hindia mengatakan itu saat menyampaikan refleksi dalam Aksi Kamisan ke-893 yang bertepatan dengan peringatan 19 tahun Aksi Kamisan di Taman Pandang depan Istana Presiden, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dalam refleksinya, Baskara menyinggung pengalamannya membaca komentar di media sosial yang menyebut Aksi Kamisan sebagai isu musiman yang hanya diangkat setiap lima tahun menjelang pemilu.

Komentar tersebut, menurut vokais band Feast itu, justru pernah datang dari kalangan anak muda yang secara demografis merupakan pendengar musiknya.

"Saya buka, saya lihat, oh ternyata masih muda. Umur kuliah awal, SMA akhir. Kalau dipikir-pikir, secara demografi itu kayak kebanyakan umur pendengar Feast, Hindia mungkin. Dan ironisnya pas dicek juga di feed TikToknya, pernah nonton Feast gitu," ungkapnya disambut tawa peserta Aksi Kamisan.

Awal Mula Tahu Aksi Kamisan

Baskara kemudian bercerita tentang perjalanannya memahami Aksi Kamisan.

Ia mengaku pertama kali mengetahui aksi tersebut saat masih duduk di bangku SMP.

Saat itu dirinya belum memahami alasan para peserta aksi terus berkumpul setiap Kamis dengan mengenakan pakaian hitam di depan Istana Presiden Jakarta.

Seiring bertambahnya usia, dia  berinteraksi langsung dengan keluarga korban pelanggaran HAM, termasuk Sumarsih, ibu dari Wawan yang menjadi korban penembakan dalam peristiwa Semanggi I 1998.

"Yang justru saya pikirkan sekarang kok bisa marahnya segini doang," katanya.

Baskara menilai konsistensi keluarga korban dan para aktivis yang terus bertahan menyuarakan keadilan selama hampir dua dekade bukanlah hal yang mudah.

Baskara Putra alias Hindia yang sempat memberikan speech satire ke orang-orang yang sering merendahkan orang lain saat menerima piala AMI Awards 2024, ditemui di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).
Baskara Putra alias Hindia yang sempat memberikan speech satire ke orang-orang yang sering merendahkan orang lain saat menerima piala AMI Awards 2024, ditemui di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024). (Tribunnews.com/Bayu Indra)

Menurutnya, kejahatan dan kezaliman dapat terus berulang ketika masyarakat melupakan cerita dan sejarah di balik berbagai kasus pelanggaran HAM yang belum tuntas.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menegaskan keberpihakan terhadap isu HAM dapat dilakukan melalui berbagai ruang, termasuk melalui budaya populer.

Ia menyebut keterlibatannya memasukkan isu Aksi Kamisan ke dalam karya musik sebagai bentuk kecil keberpihakan yang bisa dilakukan sebagai seorang seniman.

Seperti diketahui, Baskara memasukkan rekaman wawancara Sumarsih soal tragedi yang merenggut nyawa buah hatinya dan juga menambahkan lagu berjudul "Anak Itu Belum Pulang" pada rilisan Mixtape Hinda Doves, 25' on Blank Canvas.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved