Jumat, 17 April 2026

Kelompok Bersenjata di Papua

KKB Ancam Tembak Rombongan Wapres hingga Gibran Batalkan Kunjungan ke Yahukimo Papua Pegunungan 

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ancam akan menembak Wapres Gibran dan rombongannya.

Tribunnews.com/Taufik Ismail
GIBRAN DI PAPUA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi Pasar Potikelek di Jayawijaya, Papua, pada Rabu, (14/1/2026). Wapres yang mengenakan kemeja safari warna hijau, langsung diberi tas serta topi noken khas Papua. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ancam akan menembak Wapres Gibran dan rombongannya, kunjungan ke Yahukimo Papua Pegunungan dibatalkan. (Taufik Ismail) 

Ringkasan Berita:
  • Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ancam akan menembak Wapres Gibran dan rombongannya.
  • Ini sebagai peringatan keras kepada Wapres Gibran untuk tidak memasuki wilayah perang di Yahukimo, Papua Pegunungan.
  • Akhirnya atas pertimbangan keamanan, Gibran batal melakukan kunjungan ke Kabupaten Yahukimo pada Rabu (14/1/2026). 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA – Atas pertimbangan keamanan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka batal melakukan kunjungan ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Rabu (14/1/2026). 

Semula Yahukimo masuk dalam agenda kunjungan kerja Wapres Gibran usai meninjau Pasar Potikelek dan SMA Negeri 1 Wamena.

Belakangan terungkap ada ancaman penembakan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau yang oleh aparat TNI/Polri disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang ditujukan ke rombongan Wapres Gibran.

 

Penembakan Pesawat Sipil hingga Ancaman KKB untuk Wapres Gibran dan Rombongannya

Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka dari Medan perang di Yahukimo pada Selasa, 13 Januari 2026, mengatakan pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo di bawah pimpinan Akar Heluka telah melakukan penembakan terhadap sebuah pesawat sipil yang ditumpangi oleh aparat militer yang telah memasuki wilayah perang di Yahukimo.

‎‎Mayor Kopitua Heluka juga melaporkan bahwa penembakan pesawat kemarin, sebagai peringatan keras kepada Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka untuk tidak memasuki wilayah perang di Yahukimo

“Jika melanggar maka kami TPNPB Kodap XVI Yahukimo siap menembak rombongan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka dan rombongannya,” ujar dia melalui siaran pers yang diterima Tribun-Papua.com.

Baca juga: Kunjungi Papua Wapres Gibran Borong Ikan Baronang, Pedagang: Salam untuk Pakde Joko Ya

‎Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakilnya Gibran Rakabuming Raka dan kabinetnya agar menyelesaikan dahulu sengketa politik di Tanah Papua antara orang Papua dengan pemerintah Indonesia. 

“Jika tidak, maka TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh tanah Papua siap menggagalkan seluruh pembangunan di atas tanah Papua,” ujarnya.

‎‎Ia berpesan kepada Rakyat Papua dari Sorong hingga Samarai untuk tidak memberikan tanah adat kepada negara kolonial Indonesia demi pembangunan lahan sawit, padi dan pembangunan pos militer Indonesia.

Kelompok yang menuntut kemerdekaan dari Indonesia itu, menilai kebijakan sawit, padi dan militerisasi akan mengancam kehidupan masyarakat adat, sebab akan disusul penangkapan, penembakan dan pembunuhan bagi orang Papua yang dilakukan oleh aparat militer Indonesia.

‎Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh Tribun-Papua.com, Wapres Gibran dijadwalkan mengunjungi masyarakat di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan menggunakan pesawat.

Wapres direncanakan berangkat menggunakan pesawat dari Bandara Wamena di Kabupaten Jayawijaya ke Dekai di Yahukimo. Waktu penerbangan dari Wamena-Dekai 35 menit, lebih cepat dibanding lewat jalan darat menggunakan mobil dengan akses jalan yang tidak semulus di Kota Jayapura.

Yahukimo merupakan satu dari 8 kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan. Yahukimo bukan satu-satunya basis TPNPB di Pegunungan Papua sebab mereka juga tersebar di Kabupaten Nduga, Lanny Jaya, Tolikara serta Yalimo.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved