Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Hubungan Salat dan Isra Mikraj
Teks khutbah berjudul "Hubungan Salat dan Isra Mikraj" ini bisa dibacakan saat salat Jumat pada 16 Januari 2026.
TRIBUNNEWS.COM - Teks khutbah berjudul "Hubungan Salat dan Isra Mikraj" ini bisa dibacakan saat salat Jumat pada 16 Januari 2026.
Khutbah Jumat merupakan ceramah agama yang disampaikan oleh seorang khatib sebelum pelaksanaan salat Jumat.
Ini adalah bagian penting dari ibadah salat Jumat dan memiliki beberapa fungsi, seperti memberikan nasihat, bimbingan moral, dan pesan-pesan agama kepada jamaah.
Pada kesempatan khutbah Jumat yang penuh berkah ini, mengangkat tema penting mengenai hubungan antara salat dan peristiwa Isra Mikraj.
Peristiwa Isra Mikraj menjadi momen penting dalam sejarah Islam, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit untuk menerima perintah salat bagi umat Muslim.
Dalam khutbah tersebut, khatib menekankan bahwa salat bukanlah sekadar rangkaian gerakan fisik dan bacaan tertentu, melainkan sebuah hubungan langsung antara seorang hamba dengan Allah SWT.
Melansir laman resmi Kemenag, berikut teks khutbah berjudul "Hubungan Salat dan Isra Mikraj".
Baca juga: Hukum Meninggalkan Sholat Jumat Tiga Kali, Apakah Dianggap Murtad?
Hubungan Salat dan Isra Mikraj
Khutbah Pertama
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي فَرَضَ عَلَيْنَا ٱلصَّلَاةَ وَرَفَعَ بِهَا دَرَجَاتِنَا، وَجَعَلَهَا صِلَةً بَيْنَ ٱلْعَبْدِ وَرَبِّهِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ٱلَّذِي عُرِجَ بِهِ إِلَى ٱلسَّمَاوَاتِ ٱلْعُلَى وَفُرِضَتْ عَلَيْهِ ٱلصَّلَاةُ خَمْسِينَ صَلَاةً، ثُمَّ خُفِّفَتْ إِلَىٰ خَمْسٍ رَحْمَةً بِأُمَّتِهِ. ٱللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ: فَإِنِّي أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي ٱلْمُذْنِبَةَ ٱلْمُقَصِّرَةَ بِتَقْوَى ٱللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَسَلَّمَ ,قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿سُبْحَانَ الَّذِيْ أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِيْ بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ الْسَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ﴾ ﴿وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ﴾
Hadirin Sidang Jum’at yang dimuliakan Allah Swt,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan sebenar-benarnya takwa, karena hanya melalui ketakwaanlah kita dapat meraih kebahagiaan sejati di dunia dan di akhirat. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang tetap istikamah di jalan Islam. Semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat kelak. Pada kesempatan yang penuh berkah ini, khatib akan menyampaikan khotbah dengan tema "Hubungan Salat dan Isra’ Mikraj".
Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah Swt,
Peristiwa Isra Mikraj adalah salah satu mukjizat besar yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw. Dalam perjalanan itu, Allah mewajibkan kepada umat ini sebuah ibadah yang agung, yaitu salat lima waktu. Dalam hadis sahih, Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:
نَزَلَتْ فَرِيضَةُ الصَّلَاةِ عَلَى أُمَّتِي خَمْسِينَ صَلَاةً، فَرَاجَعْتُ رَبِّي حَتَّى جَعَلَهَا خَمْسًا، وَهِيَ خَمْسٌ فِي الْعَمَلِ، وَخَمْسُونَ فِي الْأَجْرِ.
"Allah telah mewajibkan lima puluh kali salat kepada umatku. Aku terus memohon keringanan kepada-Nya hingga Dia menjadikannya lima kali. Namun, (pahala) salat itu tetap dihitung lima puluh dalam timbangan-Nya." (H.R. Bukhari dan Muslim).
Salat bukanlah sekadar rangkaian gerakan fisik dan bacaan tertentu, melainkan sebuah hubungan langsung antara seorang hamba dengan Allah Swt. Dalam salat, seorang hamba berdialog secara spiritual dengan Tuhannya, mengungkapkan keikhlasan hati, dan memohon ampunan atas segala dosa. Hal ini sejalan dengan penjelasan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin yang menyebutkan:
الصلاةُ مُناجاةٌ بين العبدِ وربِّه، فيها الإخلاصُ، وفيها استغفارٌ عن الذنوبِ.
"Salat adalah munajat seorang hamba kepada Tuhannya, yang di dalamnya terdapat keikhlasan serta permohonan ampun atas dosa."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kalender-16-Januari-2025-Isra-Miraj.jpg)