Kelompok Bersenjata di Papua
Sosok Mayor Kopi Tua Heluka Komandan KKB Ancam Tembak Gibran jika ke Yahukimo, Napi Kasus Pembunuhan
Komandan KKB di Yahukimo, Mayor Kopi Tua Heluka, mengancam akan menambak Wapres Gibran jika berkunjung ke wilayahnya.
Ringkasan Berita:
- Jadwal kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka ke Yahukimo dibatalkan karena alasan keamanan.
- Komandan KKB di Yahukimo, Mayor Kopi Tua Heluka, mengancam akan menembak Gibran jika berkunjung ke wilayahnya.
- Kopi Tua adalah napi kasus pembunuhan terhadap polisi yang kabur dari Lapas pada Februari 2025.
TRIBUNNEWS.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka membatalkan kunjungan ke Yahukimo, Papua Pegunungan, karena alasan keamanan.
Komandan Satgas Pengamanan VVIP/Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Amrin Ibrahim, mengatakan pembatalan itu dilakukan setelah pihaknya menyarankan Gibran untuk menjadwalkan ulang kunjungan ke Yahukimo.
"Karena melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wapres untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo," kata Amrin kepada awak media, Kamis (15/1/2026), dikutip dari YouTube KompasTV.
Lebih lanjut, Amrin menuturkan alasan keamanan yang dimaksud adalah adanya pergerakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
"Dari pertimbangan intelijen, kami ada melihat ada gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab di sana, yang menurut pertimbangan kami untuk keamanan VVIP tentunya sangat tidak memungkinkan," jelas dia.
Sebelumnya, Komandan Operasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNB) atau KKB Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo, Mayor Kopi Tua Heluka, melayangkan ancaman kepada Gibran.
Baca juga: Kritik Pedas Agenda 2 Hari Wapres Gibran di Papua: Hanya Seremoni hingga Rekreasi Akhir Minggu
Ia akan menembak Gibran dan rombongannya jika berkunjung ke Yahukimo.
"Jika melanggar, maka kami TPNPB Kodap XVI Yahukimo siap menembak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan rombongannya," katanya, dilansir Tribun-Papua.com, Rabu (14/1/2026).
Sosok Mayor Kopi Tua Heluka
Mayor Kopi Tua Heluka memiliki nama asli Penihas Heluka.
Ia adalah pentolan KKB di wilayah Yahukimo.
Dari informasi yang beredar, Kopi Tua pernah menjadi mahasiswa.
Saat Tribunnews.com mengetikkan nama Penihas Heluka di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), ia tercatat sebagai mahasiswa berstatus non-aktif di Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara.
Ia masuk pada 2018, sebagai mahasiswa di Fakultas Kehutanan.
Namun, pada 2019, Kopi Tua disebutkan bergabung dengan KKB.
Dilansir Tri Brata News, ia pernah terlibat kasus pembunuhan terhadap seorang anggota polisi bernama Pratu Eka Johan Kaize pada November 2022.
Kopi Tua pun diamankan pada 19 Mei 2023 di Kota Jayapura.
Pada 7 Februari 2024, ia dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Wamena (PN Wamena) Kelas II A, atas pembunuhan berencana terhadap Pratu Eka dan dijatuhi vonis hukuman 13 tahun penjara.
Saat dijatuhi vonis, Kopi Tua masih berumur 23 tahun.
Ia lantas ditahan di Lapas Kelas IIB Wamena. Namun, pada 25 Februari 2025, Kopi Tua melarikan diri bersama lima narapidana (napi) lainnya.
Insiden ini bermula ketika tahanan lapas sedang beraktivitas di lapangan dalam sekitar pukul 15.00 WIT.
Ketika hujan turun sekitar pukul 15.09 WIT, tujuh napi diketahui berhasil menjebol pahar pertama di sisi kiri lapas menggunakan tang potong.
Baca juga: KKB Ancam Tembak Rombongan Wapres hingga Gibran Batalkan Kunjungan ke Yahukimo Papua Pegunungan
Dikutip dari Tribun-Papua.com, mereka lantas memanjat pagar kedua menggunakan tali sepanjang satu meter, untuk melarikan diri.
Satu dari tujuh napi berhasil diamankan, sedangkan enam lainnya sukses melarikan diri, termasuk Kopi Tua.
Pada Oktober 2025, kelompok Kopi Tua dan Egianus Kogoya terlibat baku tembak internal.
Konflik itu terjadi di wilayah Yahukimo, dengan masing-masing anggota banyak yang tewas.
Konflik tersebut dipicu tuduhan Egianus yang mengatakan Kopi Tua tidak adil dalam membagikan logistik dan bantuan senjata dari simpatisan.
Sementara, Kopi Tua menuding Egianus tidak disiplin dan sering memerintahkan anak buahnya tanpa koordinasi.
Desak Pemerintah Selesaikan Sengketa Politik
Pada Selasa (13/1/2026) lalu, Mayor Kopi Tua Heluka mengatakan pasukannya di bawah koordinasi Akar Heluka telah menembak sebuah pesawat sipil yang ditumpangi aparat militer.
Pesawat itu disebut memasuki wilayah perang di Yahukimo.
Penembakan itu dikatakan Kopi Tua sebagai peringatan keras terhadap Gibran Rakabuming Raka yang dijadwalkan berkunjung ke Yahukimo.
Apabila Gibran dan rombongan nekat berkunjung, Kopi Tua menegaskan pihaknya tak akan segan-segan melakukan penembakan.
Ia pun mendesak Presiden Prabowo Subianto, Gibran, dan kabinetnya, untuk menyelesaikan sengketa politik antara orang Papua dengan pemerintah Indonesia lebih dulu, jika ingin berkunjung.
"JIka tidak, maka TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh tanah Papua siap menggagalkan seluruh pembangunan di atas tanah Papua," ujar Kopi Tua.
Diketahui, Gibran dijadwalkan berangkat menuju Yahukimo menggunakan pesawat dari Bandara Wamena.
Namun, kunjungan tersebut dibatalkan dengan alasan keamanan.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W, Tribun-Papua.com/Marius Frisson/Marselinus Labu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Profil-KKB-Penihas-Heluka.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.