Selasa, 12 Mei 2026

Kepengurusan Baru, Kader GMNI Dibekali Kemampuan AI dan Analisis Data

DPP GMNI kukuhkan kepengurusan 2025 dan luncurkan REDLAB berbasis AI untuk kuasai narasi digital serta kritik krisis ekologi.

Tayang:
Penulis: Erik S
Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) mengukuhkan kepengurusan baru periode 2025 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Sujahri Somar. 
Ringkasan Berita:
  • DPP GMNI mengukuhkan kepengurusan baru periode 2025 di bawah Ketua Umum Sujahri Somar dan meluncurkan REDLAB sebagai pusat analisis media dan AI.
  • REDLAB dan platform GMNI bertujuan membekali kader menghadapi pertarungan opini digital dengan menekankan penguasaan data dan narasi yang berpijak pada ideologi Marhaenisme.
  • GMNI juga mengkritik krisis ekologi akibat kebijakan pembangunan, serta menyalurkan bantuan dan berkomitmen melakukan advokasi berkelanjutan bagi korban bencana.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) mengukuhkan kepengurusan baru periode 2025 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Sujahri Somar.

Dalam momentum ini, GMNI melakukan reposisi organisasi dengan meluncurkan REDLAB (Laboratorium Merah), sebuah pusat analisis media dan Artificial Intelligence (AI).

Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar, menegaskan bahwa peluncuran REDLAB dan platform GMNI bertujuan membekali kader dalam menghadapi pertarungan opini di ruang digital. 

Menurutnya, penguasaan data dan narasi adalah kunci menentukan arah kesadaran publik saat ini.

“Ketimpangan hari ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal informasi. Siapa yang menguasai data dan narasi, dialah yang menentukan arah kesadaran publik,” tegas Sujahri Somar dalam pidatonya di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Sujahri menambahkan bahwa Marhaenisme sebagai ideologi organisasi tidak boleh anti-teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dikendalikan oleh nilai-nilai ideologis untuk kepentingan rakyat kecil.

Selain platform AI, GMNI juga memperkenalkan Buletin Zaken sebagai produk analisis media berbasis data.

“Ideologi harus memimpin teknologi, bukan tunduk padanya. REDLAB menjadi simbol bahwa GMNI siap menghadapi masa depan: berdaulat secara ideologis dan adaptif secara teknologi,” imbuhnya.

Baca juga: DPP GMNI Tekankan Implementasi Ekonomi Hijau Berbasis Pasal 33 UUD 1945

Catatan Kritis GMNI terhadap Krisis Ekologi

Di sisi lain, GMNI memberikan catatan kritis terhadap krisis ekologi yang melanda Indonesia, termasuk bencana banjir dan longsor di Sumatra. 

GMNI menilai bencana tersebut bukan sekadar faktor alam, melainkan dampak dari kebijakan pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan demi investasi.

“Bencana adalah hasil dari pilihan. Pilihan kebijakan yang menempatkan keuntungan di atas keberlanjutan, dan proyek di atas kemanusiaan,” tulis pernyataan resmi GMNI.

Sebagai langkah nyata, GMNI telah menggalang dan menyalurkan donasi bagi korban terdampak bencana di Sumatra. Organisasi ini berkomitmen untuk terus melakukan advokasi jangka panjang guna mendorong kebijakan pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi rakyat.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved