Iran Vs Amerika Memanas
Ketegangan Iran-Amerika Serikat Meruncing, Kemlu Pastikan WNI di Teheran Aman
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Iran dalam kondisi aman.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Iran dalam kondisi aman.
Saat ini Iran tengah menghadapi demonstrasi besar dari warganya.
Tak hanya itu, Iran pun kini sedang bersitegang dengan Amerika Serikat.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan laporan dari KBRI Teheran menunjukkan tidak ada WNI yang terdampak aksi protes yang terjadi beberapa hari terakhir di Iran.
“Para WNI di Iran sejauh ini dilaporkan KBRI Teheran dalam kondisi aman, tidak terdampak oleh demonstrasi yang berlangsung,” ujar Vahd kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).
Baca juga: New York Post: Iran Gunakan Perang Elektronik untuk Ganggu Internet Starlink saat Pemadaman Internet
Menurut Vahd, KBRI terus melakukan komunikasi aktif dengan WNI di berbagai kota di Iran.
Ia mengakui sempat ada hambatan komunikasi akibat kebijakan pembatasan internet oleh pemerintah Iran.
“Meskipun sempat ada kendala komunikasi reguler akibat pembatasan internet, namun sejak 12 Januari telepon lokal telah diaktifkan kembali oleh Pemerintah Iran,” jelasnya.
Baca juga: Siaga Perang, Iran Pamerkan Persediaan Rudal di Tengah Ancaman Intervensi Trump
Terkait kemungkinan evakuasi, Kemlu menegaskan belum ada kebutuhan mendesak untuk memulangkan WNI.
“Sejauh ini berdasarkan pengamatan atas kondisi di sana, belum diperlukan evakuasi. Meski demikian, KBRI mengimbau WNI agar waspada dan menghubungi hotline apabila ada urgensi,” ucapnya.
Unjuk Rasa di Iran
Unjuk rasa di Iran meluas ke sejumlah wilayah. Buntut demonstrasi tersebut dilaporkan sekira 500 orang tewas.
Situasi di Iran semakin panas setelah Amerika Serikat mengeluarkan ancaman akan mengambil tindakan tegas kepada Iran buntut unjuk rasa yang memakan korban jiwa tersebut.
Demo besar ini dipicu anjloknya nilai tukar Rial terhadap Dolar AS, serta melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Selain itu kebijakan baru Iran yang menaikkan bahan bakar bersubsidi makin menambah kemurkaan masyarakat Iran.
Selain mengakibatkan sejumlah korban tewas, pemerintah Iran menangkap ribuan demonstran dan internet dibatasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Juru-Bicara-Jubir-Kementerian-Luar-Negeri-Vahd-Nabyl-Achmad-Mulachela.jpg)