Wakil Ketua MPR Apresiasi Berjalannya Program Sekolah Rakyat oleh Kemensos
Tiga mandat utama Presiden, yaitu pemutakhiran DTSEN, penyaluran bansos, dan program sekolah rakyat dapat berjalan secara berkesinambungan.
TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Arcandra Muhammad Akbar mengapresiasi langkah Kementerian Sosial dalam mengakselerasi sekolah rakyat.
Menurutnya, Kemensos telah berhasil menerjemahkan gagasan Presiden Prabowo Subianto melalui sekolah rakyat. Adapun Tiga mandat utama Presiden yaitu pemutakhiran DTSEN, penyaluran bansos, dan program sekolah rakyat dapat berjalan secara berkesinambungan.
"Ini adalah hal luar biasa yang dilakukan oleh Mensos dan Wamensos, yaitu menerjemahkan dan mengimplementasikan gagasan presiden sesuai Asta Cita, semoga program-program ini bisa berjalan dengan baik dan kita bisa berkolaborasi," katanya saat audiensi jajaran kepala daerah dari Provinsi Sulawesi Tengah dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Kementerian Sosial, Kamis (15/1/2026).
Audiensi tersebut berlangsung etelah peluncuran Sekolah Rakyat yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (12/1/2026) di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru.
Baca juga: Gus Ipul: Sekolah Rakyat Adalah Tempat Penjaga Asa bagi Anak-Anak dan Keluarganya
Audiensi ini bertujuan membahas kolaborasi data tunggal dan rencana pengadaan Sekolah Rakyat rintisan dan permanen di masing-masing kabupaten di Sulawesi Tengah.
Wakil Ketua MPR RI Arcandra Muhammad Akbar yang hadir bersama para kepala daerah menyampaikan harapannya terhadap program Sekolah Rakyat.
"Semoga program ini bisa dirasakan dan sampai langsung ke masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan ini para kepala daerah juga menyampaikan secara langsung komitmen dan kesiapan daerahnya bersinergi mendukung program prioritas Presiden tersebut. Bupati Poso, Verna Gladies Merry Inkiriwang, misalnya, menyampaikan kesiapan daerahnya mendirikan Sekolah Rakyat permanen dan menyusul kabupaten lain di Sulawesi Tengah.
"Semoga harapan ini bisa teralisasi cepat, banyak harapan dan keinginan dari kami terkait program prioritas presiden ini," ujarnya.
Sementara Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menilai Sekolah Rakyat sebagai solusi luar biasa yang belum pernah terpikirkan pada pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, program ini berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banggai Kepulauan sekaligus menurunkan angka kemiskinan
Baca juga: Program Sekolah Rakyat Diperluas, Pemerintah Dorong Akses Pendidikan Inklusif
Mendengar hal ini, Gus Ipul menyambut baik niat para kepala daerah. Ia menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan miniatur pengentasan kemiskinan melalui upaya memelihara dan mendidik anak-anak terlantar.
Di hadapan para kepala daerah Gus Ipul lantas menayangkan video kisah Sofia dari Kupang, Nazriel, serta penampilan siswa Sekolah Rakyat saat peresmian di Banjarbaru, berupa teatrikal dan pidato empat bahasa yang mendapat perhatian dan apresiasi dari presiden serta tamu undangan.
Lebih lanjut Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh upaya pengentasan kemiskinan harus dimulai dari fondasi data yang kuat. Sesuai arahan langsung Presiden Prabowo, Kementerian Sosial melakukan pembenahan dari aspek data.
"Mulailah bekerja dengan data, data dulu dibenarkan baru yang lain," ujarnya.
Gus Ipul menjelaskan bahwa salah satu tugas strategis Kementerian Sosial adalah pemutakhiran data yang menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN nantinya digunakan sebagai acuan penyaluran bantuan sosial, sekaligus referensi dalam menentukan anak-anak dari keluarga termiskin yang berhak masuk Sekolah Rakyat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/AUDIENSI-UNTUK-KOLABORASI-MENSOS-KEPALA-DAERAH.jpg)