Senin, 11 Mei 2026

Wamen Transmigrasi Viva Yoga Beberkan 4 Amanat Prabowo Untuk Transmigrasi

Viva Yoga Mauladi menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menyukseskan program transmigrasi sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.

Tayang:
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda Prasetia
KAWASAN TRANSMIGRASI - Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi saat meninjau langsung perkebunan nanas sekaligus meresmikan Pusat Edukasi Nanas Moris di Balai Pengembangan Pemukiman Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) di Pekanbaru, Riau, pada Sabtu (17/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Penempatan warga transmigran di daerah yang masih sepi dan terpencil merupakan strategi untuk memperkuat rasa persatuan
  • Tanggung jawab negara melalui reforma agraria dengan memberikan tanah kepada warga transmigran
  • Menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui kawasan transmigrasi

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menyukseskan program transmigrasi yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung perkebunan nanas sekaligus meresmikan Pusat Edukasi Nanas Moris di Balai Pengembangan Pemukiman Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) di Pekanbaru, Riau, pada Sabtu (17/1/2026).

Viva Yoga membeberkan empat amanat utama Presiden Prabowo yang menjadi peta jalan Kementerian Transmigrasi.

"Sesuai dengan amanat dari Bapak Presiden Prabowo, ada empat amanat," tegas Viva Yoga di hadapan para pegawai BPPMT Pekanbaru.

Pertama, Viva Yoga menjelaskan, penempatan warga transmigran di daerah yang masih sepi dan terpencil merupakan strategi untuk memperkuat rasa persatuan.

"Tak kenal maka tak sayang. Maka bisa menjaga ketahanan nasional kita. Terjadi akulturasi budaya, terjadi asimilasi melalui pernikahan, sehingga terjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika-nya menjadi terwujud," ujarnya.

Baca juga: Wamen Viva Yoga Beri Dukungan Industrialisasi Jagung di Kawasan Transmigrasi Mutiara

Ia pun memberikan contoh nyata, yaitu kisah Sofyan Hanafi, mantan pegawai Kementerian Transmigrasi yang ditugaskan di Aceh, lalu menikah dengan perempuan lokal dan berkeluarga di sana.

"Itu menjadi salah satu contoh bahwa pengembangan budaya, pengembangan adat istiadat, melalui akulturasi dan asimilasi itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Viva.

Amanat kedua, menurut Viva, adalah tanggung jawab negara melalui reforma agraria, dengan memberikan tanah kepada warga transmigran.

"Memberikan tanah kepada warga trans, satu hektar, dua hektar. Menjadikan tanah bukan sekedar tanah, tapi menjadi sumber ekonomi yang akan dimiliki dan diharapkan akan bisa meningkatkan pendapatan," kata dia.

Baca juga: Momen Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Petik Nanas Moris Tanpa Sarung Tangan di Pekanbaru

Dengan begitu, kesejahteraan bagi para transmigran dan penduduk setempat diharapkan dapat tumbuh bersama.

Ketiga, Viva Yoga menekankan peran strategis kawasan transmigrasi dalam ketahanan pangan.

"Kita membangun lumbung pangan nasional di kawasan transmigrasi. Itu masih menjadi lumbung pangan beras, lumbung pangan jagung, dan berkontribusi untuk membangun ketahanan pangan nasional," tegasnya.

Keempat, menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui kawasan transmigrasi.

"Melalui pengembangan infrastruktur, kemudian melalui peningkatan pendapatan, mengurangi kemiskinan, terjadi aktivitas ekonomi, melalui program industrialisasi, hilirisasi di kawasan transmigrasi, itu akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved