Senin, 27 April 2026

Prabowo di WEF Sebut Rakyat Indonesia Paling Bahagia: Tapi Saya Agak Sedih

Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut dengan hasil survei dari Harvard University yang menyebut rakyat Indonesia sebagai yang paling bahagia.

Tayang:
Tangkapan layar dari YouTube World Economic Forum
PRABOWO PIDATO - Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam annual meeting World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Prabowo mengaku terkejut dengan hasil survei dari Harvard University yang menyebut rakyat Indonesia sebagai yang paling bahagia. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto mengaku terkejut dengan hasil survei dari Harvard University yang menyebut rakyat Indonesia sebagai yang paling bahagia.
  • Meski begitu, Prabowo merasa sedih karena masih banyak warga yang belum memiliki akses air bersih hingga tidak memiliki kamar mandi.
  • Kemudian, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun kepemimpinannya.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto mengaku terkejut dengan hasil survei dari Harvard University yang menyebut rakyat Indonesia sebagai yang paling bahagia. 

Hal itu disampaikan Prabowo ketika berpidato pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

“Saya sendiri pun terkejut. Gallup, Gallup Poll, dan Harvard University melalui sebuah survei penelitian di ratusan negara menemukan bahwa Indonesia, rakyat Indonesia, adalah bangsa yang paling bahagia,” ujar Presiden Prabowo, dilansir YouTube Sekretariat Presiden.

Meski begitu, Prabowo merasa sedih karena masih banyak warga yang belum memiliki akses air bersih hingga tidak memiliki kamar mandi.

“Temuan ini, di satu sisi membesarkan hati, tapi bagi saya juga terasa sedikit menyedihkan. Saya tahu masih banyak rakyat saya yang hidup di gubuk-gubuk." 

"Banyak yang belum memiliki akses air bersih. Banyak yang tidak memiliki kamar mandi. Banyak yang hanya makan nasi dengan garam. Namun mereka tersenyum. Namun mereka punya harapan," jelasnya.

Kemudian, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun kepemimpinannya.

Pencapaian itu lebih cepat dari targetnya, yaitu Indonesia mampu swasembada beras dalam waktu empat tahun.

"Kami juga mencapai swasembada beras. Pertama kalinya dalam bertahun-tahun. Produksi beras kami adalah yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Saya memberikan target untuk swasembada dalam empat tahun." 

"Saya memberikan target kepada tim saya. Mereka melakukannya dalam waktu satu tahun. Saya yakin dalam empat tahun ke depan, kita akan swasembada produk pangan lainnya. Jagung, gula, protein," imbuh Prabowo.

Baca juga: Prabowo usai Tandatangani BoP Charter di Swiss: Kesempatan Bersejarah

Soroti Ketidakpastian Global

Prabowo juga mengatakan bahwa para pemimpin negara berkumpul di Davos ketika dunia sedang menghadapi ketidakpastian yang sangat besar. 

"Hadirin sekalian, kita berkumpul di Davos pada masa penuh ketidakpastian yang besar," kata Presiden.

Menurut Presiden, konflik yang terjadi antar negara di sejumlah wilayah membuat Ketidakpastian semakin tinggi.

Padahal kata Presiden, perdamaian adalah kekayaan atau aset yang paling berharga untuk menciptakan kemakmuran rakyat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved