Reshuffle Kabinet
Sosok Pratikno, Menteri yang Bertahan di Pusat Kekuasaan dari Periode Pertama Jokowi hingga Prabowo
Pratikno merupakan salah satu figur teknokrat yang konsisten bertahan di lingkar inti kekuasaan sejak awal pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Ringkasan Berita:
- Pratikno dikenal sebagai figur teknokrat strategis yang telah mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sekretaris Negara selama dua periode.
- Memiliki latar belakang akademis yang kuat, ia merupakan mantan Rektor UGM dengan gelar doktoral dari Flinders University, Australia, serta profesor di bidang Ilmu Politik.
- Akankah dia bertahan di kabinet Prabowo-Gibran
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pratikno merupakan salah satu figur teknokrat yang konsisten bertahan di lingkar inti kekuasaan sejak awal pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Akademisi kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur ini selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dipercaya menjadi Menteri Sekretaris Negara.
Sebuah posisi strategis yang menempatkannya sangat dekat dengan pusat pengambilan keputusan negara.
Latar belakangnya sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat citranya sebagai birokrat berpengalaman dengan pendekatan akademis dan manajerial.
Rekam jejak akademik
Pratikno meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM pada tahun 1985.
Ia kemudian melanjutkan studinya di Birmingham University Inggris dan meraih gelar Magister (M.Soc.Sc.) dalam Administrasi Pembangunan.
Setelah itu, Pratikno juga berhasil meraih gelar Doktor (Ph.D.) dalam Ilmu Politik di Flinders University, Australia, pada tahun 1997.
Ia pun diangkat sebagai Profesor Ilmu Politik di UGM pada Desember 2008.
Pratikno juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM dan sebelum akhirnya menjadi Rektor UGM.
Bertahan di Kabinet Prabowo
Ketika pemerintahan berganti ke tangan Presiden Prabowo Subianto, nama Pratikno kembali masuk dalam susunan kabinet.
Keberlanjutannya menandai adanya kesinambungan kebijakan dan kepercayaan lintas kekuasaan, sekaligus menunjukkan bahwa Pratikno dipandang memiliki kapasitas dan pengalaman yang masih dibutuhkan.
Bertahannya ia dari era Jokowi ke Prabowo juga menegaskan posisinya sebagai salah satu menteri dengan daya tahan politik paling kuat dalam satu dekade terakhir.
Namun, dinamika politik selalu bergerak. Jika isu reshuffle kabinet kembali mencuat, pertanyaannya kini mengarah pada satu hal: apakah Pratikno masih akan dipertahankan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menko-Pembangunan-Manusia-dan-Kebudayaan-PMK-Pratikno-banjir.jpg)