Senin, 11 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Jembatan Darurat Masih Berisiko Ambruk, Kementerian PU Percepat Pembangunan Jembatan Permanen

Risiko jembatan ambruk masih menghantui sejumlah jembatan darurat atau fungsional yang dibangun pascabencana di Sumatra. 

Tayang:
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
(Ho/Campus League)
DAMPAK BANJIR ACEH - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengakui risiko jembatan ambruk masih menghantui sejumlah jembatan darurat atau fungsional yang dibangun pascabencana di Sumatra. Karena itu, Kementerian PU mulai mempercepat pembangunan permanen di sejumlah titik rawan. 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengakui risiko jembatan ambruk masih menghantui sejumlah jembatan darurat atau fungsional yang dibangun pascabencana di Sumatra.
  • Kementerian PU mulai mempercepat pembangunan permanen di sejumlah titik rawan.
  • Seluruh jalan dan jembatan nasional saat ini sudah kembali terhubung secara fungsional 100 persen sejak 30 Desember 2025. 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengakui risiko jembatan ambruk masih menghantui sejumlah jembatan darurat atau fungsional yang dibangun pascabencana di Sumatra. 

Karena itu, Kementerian PU mulai mempercepat pembangunan permanen di sejumlah titik rawan.

Baca juga: 10 Perusahaan Pemegang Konsesi Terluas yang Izinnya Dicabut Prabowo, Jadi Penyebab Banjir Sumatra

Hal tersebut disampaikan Dody dalam rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga penanganan pascabencana Sumatra di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Dody menjelaskan, seluruh jalan dan jembatan nasional saat ini sudah kembali terhubung secara fungsional 100 persen sejak 30 Desember 2025. 

Namun, sebagian jembatan yang dibangun dalam masa tanggap darurat hanya mampu dilalui kendaraan dengan beban terbatas.

 

BANJIR DAN LONGSOR - Kementerian Pertahanan dan TNI menyalurkan bantuan berupa alat-alat kesehatan dari Palang Merah Indonesia (PMI) hingga ribuan kilogram obat-obatan untuk korban terdampak bencana di Pulau Sumatera. Hal itu terungkap usai Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh pada Sabtu (29/11/2025). (HO/Biro Infohan Setjen Kemhan)
BANJIR DAN LONGSOR - Kementerian Pertahanan dan TNI menyalurkan bantuan berupa alat-alat kesehatan dari Palang Merah Indonesia (PMI) hingga ribuan kilogram obat-obatan untuk korban terdampak bencana di Pulau Sumatera. Hal itu terungkap usai Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh pada Sabtu (29/11/2025). (HO/Biro Infohan Setjen Kemhan) (HO/IST/HO/Biro Infohan Setjen Kemha)

 

"Jembatan-jembatan fungsional ini maksimum hanya bisa dilalui 10 sampai 20 ton. Sementara kendaraan logistik, truk-truk besar itu banyak yang over dimension dan overload," ujar Dody.

Ia mengungkapkan, pihaknya kerap menerima keluhan agar jembatan segera dibuat permanen. 

Menurutnya, kondisi ini membuat batas antara fase tanggap darurat dan rehabilitasi-rekonstruksi menjadi sulit dibedakan.

"Kami khawatir kalau dibiarkan terlalu lama, jembatan fungsional ini bisa ambruk, apalagi kalau dilewati kendaraan berat di malam hari," katanya.

Dody menyebut, secara berkala setiap dua minggu pihaknya melakukan pemeriksaan struktur jembatan darurat tersebut. 

Bahkan, operasional lalu lintas kerap dihentikan sementara selama minimal 12 jam untuk melakukan perkuatan struktur.

"Setiap dua minggu kami cek, dan biasanya harus dilakukan perkuatan. Ini dibantu TNI-Polri," ujarnya.

Karena itu, kata Dody, Kementerian PU memutuskan mulai membangun jembatan permanen di beberapa lokasi, meski masa tanggap darurat belum sepenuhnya berakhir. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved