Kasus Korupsi Minyak Mentah
Ahok Ungkap Negosiasi Perdagangan Minyak Kerap Dilakukan di Lapangan Golf
Eks Komisaris Utama Ahok mengungkapkan proses negosiasi dalam perdagangan minyak kerap dilakukan sambil bermain golf.
Ringkasan Berita:
- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkap negosiasi perdagangan minyak kerap dilakukan sambil bermain golf.
- Ahok menjelaskan budaya bermain golf lazim di kalangan pelaku industri migas internasional.
- Kesaksian Ahok disampaikan dalam perkara dugaan korupsi impor minyak mentah 2018–2023.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan proses negosiasi dalam perdagangan minyak kerap dilakukan sambil bermain golf.
Hal itu disampaikan Ahok saat bersaksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, pada Selasa (27/1/2026).
Pantauan Tribunnews.com di ruang sidang sekira pukul 11.00 WIB, Ahok hadir langsung dalam persidangan.
Ia mengenakan kemeja batik warna perpaduan putih dan biru.
Ia duduk di seberang meja jajaran majelis hakim. Sedangkan, sebelah kanan Ahok adalah para terdakwa dalam perkara ini, yakni Kerry Adrianto Riza, Gading Ramadhan Joedo, Dimas Werhaspati, Sani Dinar Saifuddin, Yoki Firnandi, Agus Purwono, Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne.
Para terdakwa duduk bersama tim penasihat hukumnya masing-masing.
Kemudian, sisi kiri Ahok adalah meja untuk jaksa penuntut umum (JPU).
Dalam persidangan itu, Ahok membenarkan soal Dewan Komisaris PT Pertamina juga bertugas untuk mengawasi soal etika perilaku personal dari direksi.
Mendengar hal itu, jaksa lantas menanyakan kepada Ahok perihal pertemuan-pertemuan direksi dengan pihak-pihak lain melalui aktivitas bermain golf bersama.
Ahok kemudian menjelaskan, dalam konteks perdagangan minyak, bermain golf kerap menjadi pilihan pertemuan untuk melakukan negosiasi.
Bahkan, ia mengaku sempat belajar bermain golf untuk meningkatkan kemampuannya dalam olahraga memukul bola dengan stik itu.
"Bagi Komisaris di periode Saudara, kalau pertemuan-pertemuan yang kaitannya dengan golf bersama antara direksi misalnya dengan pihak-pihak lain yang punya kepentingan sebetulnya dengan proses pengadaan, bagaimana menurut Dewan Komisaris?" tanya jaksa kepada Ahok.
"Ini soal pribadi ya. Saya dulu paling benci main golf, Pak. Saya melarang semua orang pemda tidak boleh main golf, karena kita kerja terlalu banyak," jawab Ahok.
"Tapi ketika saya masuk ke Pertamina, saya belum menyadari semua orang minyak dari Amerika, Chevron, Exxon, ngajak main golf terus. Saya kan malu, Pak. Nggak bisa mukul, Pak. Saya terpaksa pergi sekolah golf supaya bisa menemani mereka," tambah Ahok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ahok-bersaksi-di-sidang-korupsi.jpg)