Kamis, 4 Juni 2026

Retret Wartawan di Cibodas: Seragam Loreng dan Pesan Menhan Sjafrie

Ratusan wartawan PWI berseragam loreng ikuti retret di Cibodas. Menhan Sjafrie beri pesan soal perang opini dan peran pers dalam demokrasi.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Tribunnews.com/Reza Deni
RETRET WARTAWAN PWI – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama jajaran Kemhan makan siang dengan ratusan wartawan PWI peserta retret di Pusdiklat Kemenhan, Cibodas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026). Dalam kesempatan itu, Sjafrie menyampaikan pesan penting tentang persatuan dan kolaborasi bagi insan pers. 

Ringkasan Berita:
  • Wartawan PWI berseragam loreng ikuti retret empat hari
  • Menhan Sjafrie beri pesan soal perang opini bangsa
  • Retret jadi bagian HPN 2026 bentuk jurnalis berintegritas

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Tak hanya menteri dan kepala daerah, sejumlah wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengikuti retret selama empat hari di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Pertahanan bersama PWI.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, hadir pada hari ketiga, Sabtu (31/1/2026), untuk memberikan materi kunci kepada sekitar 200 wartawan peserta retret sekaligus makan siang bersama.

Seragam Loreng dan Makan Siang Bersama

Sekitar 200 anggota PWI mengenakan seragam loreng hijau sage lengkap dengan topi komando dan sepatu boot hitam.

Sjafrie tiba sekitar pukul 11.00 WIB dengan jaket bomber loreng dan celana panjang cokelat, didampingi jajaran pejabat Kemhan serta Ketua Umum PWI Ahmad Munir.

Menu makan siang sederhana berupa nasi, lauk, sayur, dan mi bakso.

Kedatangan Sjafrie disambut nyanyian nama dirinya oleh peserta. Ia pun menyalami wartawan, duduk di tengah, berbincang ringan, dan sesekali menerima ajakan swafoto.

Pesan Menhan Sjafrie

Dalam kesempatan itu, Sjafrie menyampaikan motivasi dan informasi kepada peserta.

“Kita sekarang ada di dalam perang opini. Orang yang bekerja dengan ikhlas dan mempunyai yang terbaik, biasanya dipandang negatif dalam perang opini,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi.

“Kita ini kan satu kapal, jadi butuh persatuan dan kesatuan untuk kolaborasi. Walaupun PWI ada senior-senior, tapi secara historis insan pers Indonesia itu insan pers perjuangan,” katanya.

Sjafrie juga menyinggung upaya pemerintah menindak tegas pelaku kejahatan yang merugikan negara.

“Ini harus kita identifikasi, perlu kita investigasi dan kita hadapkan ke dalam hukum negara ini,” tandasnya.

Baca juga: Soal Iuran Rp17 T Indonesia ke BoP, Dino Patti Djalal: Palestina Butuhnya Dukungan Moral

Tujuan Retret Wartawan PWI

Mengutip TribunGayo.com, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menegaskan retret ini merupakan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang bertujuan membentuk wartawan berintegritas, profesional, dan berkesadaran kebangsaan dalam menghadapi disinformasi global.

Sejalan dengan itu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin melalui sambutan tertulis menekankan bahwa pers adalah mitra strategis negara dalam pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik sebagai bagian dari ketahanan nasional.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved