Selasa, 14 April 2026

Rakornas Pemerintah 2026

Prabowo: Hampir Semua Tokoh Dunia Merisaukan Pecahnya Perang Dunia III

Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa hampir semua kepala negara khawatir akan pecahnya perang dunia ketiga.

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa hampir semua kepala negara khawatir akan pecahnya perang dunia ketiga.
  • Kekhawatiran itu muncul ketika Prabowo sedang menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
  • Menurut Prabowo, kerisauan itu bahkan mengalihkan perhatian para pemimpin dunia terkait dengan masalah perubahan iklim yang biasanya menjadi sorotan utama.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa hampir semua kepala negara khawatir akan pecahnya perang dunia ketiga.

Kekhawatiran itu muncul ketika Prabowo menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

"Saya baru pulang dari Eropa. Saya ketemu tokoh-tokoh dunia. Saya hadir di Davos. Puluhan kepala negara hadir. Hampir semua merisaukan pecahnya perang dunia ketiga," ujar Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Menurut Prabowo, kerisauan itu bahkan mengalihkan perhatian para pemimpin dunia terkait masalah perubahan iklim yang biasanya menjadi sorotan utama.

"Tapi sekarang di tingkat dunia mengkhawatirkan akan terjadi perang dunia ketiga," ungkapnya.

Jika perang dunia terjadi dengan menggunakan nuklir, sambungnya, Indonesia akan tetap terkena dampaknya.

Prabowo mengatakan, partikel radioaktif akibat perang nuklir dapat tersebar hingga Indonesia meski bangsa ini tidak ikut langsung dalam perang.

Penyebaran partikel itu bisa mengakibatkan ikan-ikan yang hidup di lautan Indonesia terkontaminasi.

Selain itu, ada juga ancaman nuclear winter di mana sinar matahari akan tertutup oleh debu-debu akibat perang nuklir.

"Tidak 1 tahun, tidak 2 tahun, tidak 3 tahun, para ahli mengatakan bisa winter-nya itu puluhan tahun," ujarnya.

Prabowo lantas menegaskan, dirinya akan membawa Indonesia tetap bersikap nonblok dalam politik luar negeri dengan tidak bergabung dalam pakta militer apa pun.

Baca juga: Prabowo Bertemu Sejumlah Tokoh di Kertanegara, Mensesneg: Tak Ada yang dari Parpol

"Saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap, garis kita bebas aktif, tapi non aligned, nonblok, kita tidak akan ikut pakta militer mana pun," ucapnya.

Rakornas 2026

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rakornas 2026 dengan didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kedatangan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran diiringi lagu 'Maju Tak Gentar'.

Acara yang mengusung tema "Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut dihadiri 4 ribu lebih peserta. 

Sebelum acara dimulai, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sempat membocorkan apa yang akan disampaikan Prabowo dalam Rakornas 2026.

"Ini agenda rutin tahunan yang kemudian Bapak Presiden ingin memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan program-program, menyampaikan arahan-arahan dan garis-garis dari beliau sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan kepada seluruh jajaran," ujarnya.

Menurut Prasetyo, agenda ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah di Indonesia, mulai dari gubernur-wakil gubernur hingga wali kota-wakil wali kota dan bupati-wakil bupati.

Kemudian, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga diundang untuk mengikuti Rakornas 2026.

"Diharapkan dengan kita berkumpul, kita menyatukan langkah, menyatukan visi, menyatukan persepsi," tutur Prasetyo.

Meski begitu, dirinya belum membeberkan secara detail pesan apa yang disampaikan oleh Prabowo kepada para kepala daerah.

Baca juga: Prabowo Beri Arahan Kepala Daerah di Acara Rakornas, Apa yang Dibahas?

Namun, Kepala Negara kemungkinan bakal memberikan arahan seiring dengan dinamika geopolitik internasional dan perkembangan dalam negeri.

"Kemudian juga tentunya pasti ada penekanan-penekanan karena beberapa program yang sudah berhasil dicapai dalam kurun waktu satu tahun tentunya harus dijaga dan ditingkatkan," jelasnya.

Selain itu, Prabowo juga bakal memberikan arahan mengenai program-program yang belum tercapai pada tahun pertama kepemimpinannya.

"Termasuk saya juga menduga berkenaan dengan masalah komitmen kita untuk good governance, memberantas atau berjuang sekeras-kerasnya menjalankan pemerintahan tanpa korupsi, itu juga selalu menjadi concern-nya (perhatiannya) Bapak Presiden," papar Prasetyo.

(Tribunnew.com/Deni)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved