Banjir Bandang di Sumatera
Jelang Ramadan, 150 Personel Banser Dikirim ke Aceh Utara, Bantu Pemulihan Pasca-Bencana
Dalam konteks banjir bandang akhir tahun 2025, Aceh Utara menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling meluas dibandingkan kabupaten lain.
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 150 personel Bagana (Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana) dikerahkan ke Aceh Utara menjelang Ramadan 1447 H.
- Mereka fokus membersihkan rumah warga serta fasilitas umum seperti masjid dan mushola agar masyarakat dapat beribadah dengan layak selama bulan suci dan Idul Fitri.
- Selain itu, tim juga menyalurkan bantuan logistik dengan dukungan mitra strategis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 150 personel Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) dikirim ke Aceh Utara menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 H.
Dalam konteks banjir bandang akhir tahun 2025, Aceh Utara menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling meluas dibandingkan kabupaten lain.
Setidaknya 12 hingga 22 kecamatan terendam (terparah di Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, dan Langkahan).
Berdasarkan data hingga Januari 2026, tercatat lebih dari 433.000 jiwa terdampak, dengan ratusan korban jiwa.
Lebih dari 3.400 rumah hilang atau hanyut, dan sekitar 72.000 rumah lainnya terendam.
Fokus pembersihan rumah warga dan fasum
Personel Banser nantinya difokuskan pada pembersihan rumah warga serta fasilitas umum, seperti masjid dan mushola, agar masyarakat dapat beribadah dengan layak selama bulan suci dan Idul Fitri.
Selain fokus pada pembersihan fisik, kegiatan ini juga mendistribusikan bantuan logistik yang didukung oleh berbagai mitra strategis.
Koordinator Wilayah I (Aceh-Sumut-Kepri) PP GP Ansor, Timbul Pasaribu, menekankan bahwa kehadiran Banser di Aceh adalah wujud pengabdian yang tulus.
"Bencana ini adalah ujian berat bagi kita semua. Duka Aceh adalah duka kita semua. Aksi ini adalah bentuk pengabdian kepada warga Aceh, sejalan dengan hadis Nabi bahwa seorang mukmin dengan mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan," ujar Timbul melalui keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Para relawan juga membagikan Al-Qur'an, perlengkapan sholat (mukena dan sarung), serta peralatan kebersihan khusus untuk masjid dan mushola di wilayah terdampak.
Ia juga berpesan kepada seluruh personel untuk tetap menjaga kesehatan, kekompakan, dan komunikasi yang intensif selama di lapangan.
"Kerja sama yang baik akan melahirkan hasil yang baik pula untuk masyarakat," pungkasnya.
Sebanyak 150 personel Bagana yang bertugas terdiri dari 50 personel asal Sumatera Utara dan 100 personel asal Aceh.
Tim ini akan bekerja secara intensif selama 10 hari ke depan, yang tersebar di lima kabupaten prioritas, yakni: Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Aceh-Tenggara-Ketambe-12.jpg)