Sabtu, 25 April 2026

Istri Jenderal Hoegeng Wafat

Kisah Meri Istri Hoegeng, Dilarang Jualan Bunga dan Terima Emas oleh sang Jenderal demi Hindari Suap

Eyang Meri meninggal dunia pada usia 100 tahun hari ini. Banyak kisahnya yang bisa menjadi contoh seperti dilarang berjualan bunga dan terima emas.

Ringkasan Berita:
  • Istri Jenderal Hoegeng, Meriyati Roeslani Hoegeng meninggal dunia pada usia 100 tahun hari ini.
  • Rencananya, jenazah Eyang Meri akan dimakamkan di Bogor pada Rabu (4/2/2026) besok.
  • Banyak cerita anti suap yang sempat diceritakan Eyang Meri semasa hidupnya.
  • Contohnya ketika dirinya dilarang membuka toko bunga oleh Hoegeng karena takut relasi sang suami menggunakan usaha istrinya untuk mencari pengaruh.
  • Lalu, Meri juga pernah dilarang menerima emas dari seseorang yang ditolong sang suami.

TRIBUNNEWS.COM - Meriyati Roeslani Hoegeng atau Eyang Meri meninggal dunia pada Selasa (3/2/2026) dalam usia 100 tahun.

Kabar duka ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi.

Dia mengatakan istri dari Kapolri periode 1068-1971, Jenderal Hoegeng Imam Santoso itu meninggal dunia akibat sakit yang diderita.

“Berdasarkan informasi yang dibagikan, penyebab kematiannya adalah karena sakit,” kata Made, dikutip dari Tribun Depok.

Sementara menurut Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Polri Brigjen Prima Heru Yulihartono, jenazah Meri akan disemayamkan di rumah duka di Perumahan Pesona Khayangan Estate, Mekarjaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Baca juga: BREAKING NEWS: Eyang Meri, Istri Jenderal Hoegeng Iman Santoso Wafat di Usia 100 Tahun

Lalu, untuk pemakamannya akan dilakukan pada Rabu (4/2/2026) besok di Taman Makam Giri Tama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat.

"Besok hari Rabu (pemakaman) setelah dzuhur," katanya.

Kisah Meri Dilarang Hoegeng Berjualan Bunga, Takut sang Istri Disuap

Semasa hidup, Meri sempat bercerita ketika sang suami masih aktif menjadi seorang polisi.

Ada salah satu kisah di mana dirinya dilarang oleh Hoegeng untuk berjualan bunga.

Kala itu, Hoegeng yang masih menjabat sebagai Kepala Jawatan Imigrasi Indonesia, langsung meminta Meri agar menutup toko bunganya.

"Saat membuka toko bunga di garasi kami untuk menambah pemasukan, waktu dia menjabat kepala imigrasi minta menutup toko itu. Sudah 60 tahun saya bersama Mas Hoegeng, saya tahu sifatnya, mau ke mana arahnya," kenang Meri di YouTube Mata Najwa pada 27 November 2021 lalu.

Baca juga: Prabowo Anugerahkan Bintang Republik Indonesia Utama untuk Jenderal Hoegeng

Ternyata, Hoegeng khawatir ketika sang istri membuka toko bunga, maka banyak relasinya akan membelinya. 

Meri menyebut larangan Hoegeng itu semata-mata agar keluarganya tidak disuap melalui toko bunga yang dibukanya tersebut.

"Dalam hati saya sudah tahu, bapak tidak mau kalau nanti saya buka itu, bapak-bapak dari Imigrasi pesan bunga kepada saya. Itu pun saya terima dari bapak," ceritanya.

Dia lantas melaksanakan perintah Hoegeng dan berujung menutup toko bunganya tersebut.

Meri Diberi 10 Gram Emas oleh Orang yang Ditolong Hoegeng, sang Jenderal Minta Kembalikan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved