Sabtu, 9 Mei 2026

Dewan Perdamaian

Gus Yahya: Iuran Board of Peace Dibutuhkan untuk Bangun Gaza

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, iuran untuk menjadi anggota permanen Board of Peace dibutuhkan untuk membangun Gaza.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, iuran untuk menjadi anggota permanen Board of Peace dibutuhkan untuk membangun Gaza.
  • Yahya menilai perlu ada penggalangan dana untuk membangun wilayah tersebut.
  • Sebagaimana diketahui, kondisi Gaza sudah hancur lebur akibat agresi yang dilakukan oleh Israel.

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengatakan, iuran sebesar 1 miliar dolar atau Rp16,7 triliun untuk menjadi anggota permanen Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian dibutuhkan untuk membangun Gaza, Palestina.

Hal itu disampaikan Gus Yahya dalam jumpa pers usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

"Iuran itu memang dibutuhkan karena yang akan dilakukan adalah satu agenda ya dengan pembiayaan besar-besaran untuk Gaza," ucapnya.

Yahya menilai perlu ada penggalangan dana untuk membangun wilayah tersebut.

Sebagaimana diketahui, kondisi Gaza sudah hancur lebur akibat agresi yang dilakukan oleh Israel.

"Memang dibutuhkan semacam mobilisasi pembiayaan untuk itu sehingga para partisipan yang ikut di dalam dewan itu juga diminta untuk beriuran," ungkapnya.

Gus Yahya bertemu dengan Prabowo bersama dengan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam lainnya.

Mereka yang hadir antara lain Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, Ketua Umum MUI Pusat KH. Anwar Iskandar, Waketum MUI KH Cholil Nafis, Sekretaris Jenderal PBNU KH. Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal MUI Pusat Amirsyah Tambunan, hingga Ketua Dewan Pembina Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Sementara dari pihak pemerintah yang hadir mendampingi Prabowo, di antaranya Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy, Menteri Luar Negeri Sugiono, hingga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menjelaskan kepada para ulama mengenai tujuan bergabungnya Indonesia dalam BoP adalah untuk menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah, khususnya di Gaza.

"Kemudian seperti juga saya sudah sampaikan bahwa kompas ataupun arah daripada upaya-upaya ini adalah untuk tercapainya solusi dua negara," katanya usai pertemuan, Selasa.

Baca juga: Usai Bertemu Prabowo, MUI Keluarkan Tausiyah Soal Indonesia Gabung Board of Peace, Ini Rinciannya 

Pada pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan mengenai apa saja yang akan dilakukan pasukan perdamaian Indonesia yang akan dikirim ke Gaza.

Dikirimkannya pasukan TNI ke Gaza dikhawatirkan akan memerangi kelompok Hamas yang berjuang untuk kemerdekaan Palestina.

"Saya kira itu semua sudah sinkron dengan apa yang direncanakan oleh pemerintah kemudian juga hal-hal lain terkait urusan perkembangan situasi pada umumnya," tuturnya.

Keterangan Menlu

Sebelumnya, Menlu Sugiono menyebut iuran di Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan digunakan salah satunya untuk rekonstruksi di Gaza

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved