Selasa, 2 Juni 2026

Dewan Perdamaian

Pesan Gus Yahya ke Prabowo: Jangan Mudah Terbawa Arus yang Rugikan Palestina

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf memberikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto soal bergabungnya Indonesia ke Board of Peace.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf memberikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto soal bergabungnya Indonesia ke Board of Peace.
  • Menurutnya, Prabowo menyatakan bahwa semua tindakan akan dilakukan dengan kewaspadaan dengan prinsip untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza.
  • Gus Yahya juga buka suara perihal iuran sebesar 1 miliar dolar atau Rp16,7 triliun untuk menjadi anggota permanen Board of Peace.

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya memberikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto soal bergabungnya Indonesia ke Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Pesan itu disampaikan Gus Yahya dalam jumpa pers usai pertemuan Presiden Prabowo bersama para pimpinan dari 16 organisasi masyarakat (ormas) Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

"Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina, merugikan rakyat Palestina," ucapnya.

Menurutnya, Prabowo menyatakan bahwa semua tindakan akan dilakukan dengan kewaspadaan dengan prinsip untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza.

"Tapi juga nanti akan dikembangkan dalam ikhtiar-ikhtiar yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat," terangnya.

Gus Yahya juga buka suara perihal iuran sebesar 1 miliar dolar atau Rp16,7 triliun untuk menjadi anggota permanen Board of Peace.

Ia menyebut, iuran tersebut dibutuhkan untuk membangun Gaza.

"Iuran itu memang dibutuhkan karena yang akan dilakukan adalah satu agenda ya dengan pembiayaan besar-besaran untuk Gaza," ucapnya.

Gus Yahya menilai perlu ada penggalangan dana untuk membangun wilayah tersebut.

Sebagaimana diketahui, kondisi Gaza sudah hancur lebur akibat agresi yang dilakukan oleh Israel.

"Memang dibutuhkan semacam mobilisasi pembiayaan untuk itu sehingga para partisipan yang ikut di dalam dewan itu juga diminta untuk beriuran," ungkapnya.

Baca juga: Gus Yahya: Iuran Board of Peace Dibutuhkan untuk Bangun Gaza

Selain Gus Yahya, mereka yang hadir dalam pertemuan ini, antara lain Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, Ketua Umum MUI Pusat KH. Anwar Iskandar, Waketum MUI KH Cholil Nafis, Sekretaris Jenderal PBNU KH. Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal MUI Pusat Amirsyah Tambunan, hingga Ketua Dewan Pembina Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Sementara dari pihak pemerintah yang hadir mendampingi Prabowo, di antaranya Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy, Menteri Luar Negeri Sugiono, hingga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menjelaskan kepada para ulama mengenai tujuan bergabungnya Indonesia dalam BoP adalah untuk menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah, khususnya di Gaza.

"Kemudian seperti juga saya sudah sampaikan bahwa kompas ataupun arah daripada upaya-upaya ini adalah untuk tercapainya solusi dua negara," katanya usai pertemuan, Selasa.

Pada pertemuan tersebut, Presiden juga menyampaikan mengenai apa saja yang akan dilakukan pasukan perdamaian Indonesia yang akan dikirim ke Gaza.

Dikirimkannya pasukan TNI ke Gaza dikhawatirkan akan memerangi kelompok Hamas yang berjuang untuk kemerdekaan Palestina.

"Saya kira itu semua sudah sinkron dengan apa yang direncanakan oleh pemerintah kemudian juga hal-hal lain terkait urusan perkembangan situasi pada umumnya," tuturnya.

(Tribunnews.com/Deni/Taufik)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved